Instrumen Baru OJK Disiapkan Perkuat Likuiditas Pasar Modal Indonesia
Unras.com - Otoritas Jasa Keuangan terus menyiapkan berbagai kebijakan baru untuk memperkuat likuiditas pasar modal Indonesia. Selain aturan free float 15 persen, regulator juga tengah mengembangkan sejumlah instrumen investasi baru guna meningkatkan aktivitas perdagangan di bursa.
.webp)
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya saing pasar saham nasional di tengah dinamika ekonomi global dan meningkatnya ekspektasi investor terhadap transparansi serta tata kelola perusahaan yang lebih baik.
Otoritas Jasa Keuangan menilai likuiditas menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kualitas pasar modal. Dengan likuiditas yang baik, perdagangan saham akan lebih aktif sehingga dapat menarik minat investor domestik maupun global.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Direktorat Pengawasan Perusahaan Efek dan Layanan Urun Dana OJK, Adi Wijoyo, dalam acara Investor Gathering 2026 yang berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi pasar saat ini semakin dinamis sehingga regulator harus menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas serta meningkatkan aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia.
OJK Siapkan Instrumen Baru untuk Perkuat Pasar Modal
Adi Wijoyo menjelaskan bahwa penguatan likuiditas menjadi prioritas utama OJK dalam menjaga kualitas pasar saham nasional. Menurutnya, kondisi pasar saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan berbagai bursa global.
Selain itu, investor juga semakin menuntut transparansi informasi yang tinggi serta standar tata kelola perusahaan yang lebih baik. Hal ini membuat regulator harus terus beradaptasi dengan perkembangan pasar.
“Kondisi pasar modal saat ini berlangsung sangat dinamis. Persaingan semakin ketat dan ekspektasi investor terhadap transparansi juga semakin tinggi,” ujar Adi.
Ia menambahkan bahwa peningkatan standar tata kelola perusahaan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Aturan Free Float 15 Persen Jadi Salah Satu Strategi
Salah satu langkah yang dilakukan OJK untuk meningkatkan likuiditas adalah dengan mendorong aturan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik.
Melalui kebijakan ini, perusahaan tercatat diharapkan memiliki porsi saham publik yang cukup besar sehingga perdagangan saham menjadi lebih aktif. Semakin tinggi porsi saham yang beredar di pasar, semakin besar pula peluang terjadinya transaksi.
Adi mengatakan OJK bekerja sama dengan Self-Regulatory Organization (SRO) untuk mengatur implementasi kebijakan tersebut agar berjalan efektif.
Dengan penerapan aturan free float minimal 15 persen, diharapkan likuiditas pasar saham Indonesia dapat meningkat secara signifikan.
ETF Emas hingga Produk Derivatif Disiapkan
Selain pengaturan free float, OJK juga tengah mendorong pengembangan berbagai instrumen investasi baru di pasar modal.
Beberapa produk yang sedang dipersiapkan antara lain:
-
ETF emas, yaitu produk investasi yang melacak harga emas namun diperdagangkan di bursa.
-
Repo (repurchase agreement) sebagai instrumen pembiayaan berbasis efek.
-
Securities lending, yaitu mekanisme peminjaman saham untuk meningkatkan aktivitas perdagangan.
-
Produk derivatif keuangan yang memberikan alternatif strategi investasi bagi pelaku pasar.
Menurut OJK, kehadiran instrumen tersebut dapat memperluas pilihan investasi bagi investor sekaligus meningkatkan volume transaksi di bursa.
Selain itu, inovasi produk juga dinilai penting untuk membuat pasar modal Indonesia lebih kompetitif dibandingkan dengan bursa regional lainnya.
Transparansi dan Tata Kelola Tetap Jadi Prioritas
OJK juga menekankan bahwa peningkatan likuiditas pasar harus berjalan seiring dengan transparansi dan keterbukaan informasi.
Investor membutuhkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya sebelum mengambil keputusan investasi. Oleh karena itu, regulator terus memperkuat sistem pengawasan terhadap perusahaan tercatat.
Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan standar pelaporan, penguatan tata kelola perusahaan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran di pasar modal.
Dengan transparansi yang lebih baik, kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia diharapkan terus meningkat.
Dukungan Terhadap Pertumbuhan Pasar Modal
Upaya penguatan likuiditas ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia.
Pasar yang likuid dan transparan akan memudahkan perusahaan memperoleh pendanaan melalui bursa. Di sisi lain, investor juga mendapatkan lebih banyak pilihan instrumen investasi yang aman dan terpercaya.
Jika berbagai kebijakan ini berjalan efektif, pasar modal Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat investasi yang menarik di kawasan Asia Tenggara.
Kesimpulan
OJK terus memperkuat likuiditas pasar modal Indonesia melalui berbagai strategi, mulai dari penerapan aturan free float 15 persen hingga pengembangan instrumen investasi baru seperti ETF emas, repo, securities lending, dan produk derivatif.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan saham sekaligus memperkuat daya saing pasar modal nasional. Di sisi lain, regulator juga terus menjaga transparansi, tata kelola, dan penegakan hukum untuk mempertahankan kepercayaan investor.
Dengan kombinasi regulasi yang kuat dan inovasi produk investasi, pasar modal Indonesia diproyeksikan semakin berkembang dan menarik minat investor dalam beberapa tahun ke depan.
FAQ
Apa itu free float saham?
Free float adalah jumlah saham perusahaan yang beredar di publik dan dapat diperdagangkan secara bebas di pasar saham.
Mengapa free float penting bagi pasar modal?
Free float yang tinggi meningkatkan likuiditas saham karena lebih banyak saham tersedia untuk diperdagangkan oleh investor.
Apa saja instrumen baru yang disiapkan OJK?
Beberapa instrumen yang sedang dikembangkan antara lain ETF emas, repo, securities lending, dan produk derivatif keuangan.
Apa tujuan OJK mengembangkan instrumen investasi baru?
Tujuannya untuk meningkatkan aktivitas perdagangan, memperluas pilihan investasi, serta memperkuat likuiditas pasar modal Indonesia.
Bagaimana dampaknya bagi investor?
Investor akan memiliki lebih banyak pilihan produk investasi serta pasar yang lebih likuid dan transparan untuk melakukan transaksi.