Saham PANI Anjlok 4 Hari Beruntun Usai Rights Issue, Analis Beberkan Level Kritis
Unras.com | Jakarta – Saham PANI kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami penurunan harga selama empat hari perdagangan berturut-turut. Tekanan ini muncul pasca aksi rights issue yang dilakukan emiten properti tersebut.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten milik Grup Agung Sedayu dan Grup Salim, tercatat berada dalam tren pelemahan yang cukup dalam. Pergerakan saham PANI mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons aksi korporasi skala besar.
Selain PANI, saham anak usaha PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) juga sempat tertekan. Namun, berbeda dengan induknya, pergerakan CBDK mulai menunjukkan tanda pemulihan terbatas pada perdagangan hari ini.
Saham PANI Masih Tertekan di Pasar Reguler
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 10.56 WIB saham PANI tercatat turun 5,48 persen ke level Rp10.775 per saham. Nilai transaksi yang mencapai Rp172 miliar menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan.
Secara mingguan, saham PANI telah terkoreksi hingga 12,24 persen. Kondisi ini menempatkan saham properti tersebut dalam fase konsolidasi negatif setelah euforia rights issue mereda.
Di sisi lain, saham CBDK rebound 1,05 persen ke level Rp7.250 per saham. Meski demikian, secara mingguan saham ini masih mencatatkan penurunan sebesar 7,94 persen.
Analis Ungkap Peluang Masuk Indeks MSCI
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai peluang CBDK untuk masuk indeks MSCI pada periode Februari 2026 praktis tertutup. Menurutnya, standar minimum kapitalisasi dan likuiditas belum terpenuhi.
Namun, untuk saham PANI, peluang dinilai masih terbuka. Kuncinya berada pada data free float pasca rights issue yang akan dicatat oleh MSCI.
Apabila free float PANI tercatat di atas 15 persen, maka saham ini dinilai telah memenuhi standar minimum free float market cap di kisaran Rp28 triliun.
Level Teknikal Jadi Perhatian Investor
Dari sisi analisis teknikal, saham PANI masih bergerak dalam tren turun. Area support kuat saat ini berada di kisaran Rp10.000 per saham. Apabila level ini ditembus, tekanan berpotensi berlanjut.
Sementara itu, saham CBDK dinilai memiliki struktur teknikal yang relatif lebih baik. Meski gagal bertahan di level Rp7.500, saham ini masih menjaga area bullish di sekitar Rp7.000.
Dampak Rights Issue terhadap Kepemilikan Saham
Melalui rights issue, PANI membeli sekitar 2,3 miliar saham CBDK dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya. Transaksi berlangsung pada 15–19 Desember 2025 dengan harga rata-rata Rp6.450 per saham.
Nilai transaksi mencapai sekitar Rp14,6 triliun. Pasca aksi ini, kepemilikan langsung PANI di CBDK melonjak dari 45,9 persen menjadi 85,95 persen.
Kesimpulan
Saham PANI masih berada dalam tekanan jangka pendek pasca rights issue. Meski demikian, peluang masuk indeks MSCI masih terbuka bergantung pada data free float. Investor disarankan mencermati area support teknikal dan perkembangan lanjutan dari sisi fundamental.
FAQ
Mengapa saham PANI terus turun?
Tekanan terjadi akibat aksi jual pasca rights issue dan penyesuaian valuasi pasar.
Apakah saham PANI masih menarik diperhatikan?
Masih menarik dipantau, terutama terkait peluang masuk indeks MSCI dan pergerakan teknikal.
Di mana level teknikal penting saham PANI?
Support krusial berada di area Rp10.000 per saham.
Bagaimana prospek saham CBDK?
CBDK menunjukkan pemulihan terbatas dan masih bertahan di zona bullish Rp7.000.
