Strategi Bukalapak 2026: Gaming Jadi Andalan

Strategi Bukalapak 2026 fokus pada segmen gaming, produk virtual, dan investasi untuk dorong pertumbuhan dan profitabilitas.

Unras.com – Jakarta - Strategi Bukalapak 2026 menjadi sorotan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertanyakan arah bisnis PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada tahun ini. Menjawab hal tersebut, manajemen menegaskan bahwa segmen gaming tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja perseroan pada 2026.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Perusahaan BUKA, Cut Fika Lutfi, dalam keterbukaan informasi di BEI, Senin (16/2/2026). Ia menyebut, perseroan menargetkan pertumbuhan ekosistem marketplace produk virtual dengan fokus pada kategori yang memiliki tingkat utilitas tinggi dan margin lebih baik.

Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian strategi bisnis setelah perusahaan menghentikan layanan physical goods yang sebelumnya menopang trafik dan frekuensi transaksi di platform. Kini, perusahaan teknologi tersebut memusatkan perhatian pada produk digital dan layanan berbasis virtual.

Fokus Marketplace Produk Virtual

Manajemen BUKA menegaskan akan mengembangkan variasi produk virtual yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Upaya ini dilakukan untuk melengkapi portofolio produk, meningkatkan keandalan platform, serta menyempurnakan pengalaman transaksi.

Perusahaan juga memperluas kerja sama dengan mitra strategis guna menjaga daya saing produk dan memastikan ketersediaan layanan tetap optimal. Dalam pelaksanaannya, BUKA tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan memperhatikan dinamika persaingan, perkembangan teknologi, serta perubahan regulasi.

Hingga kuartal III-2025, jumlah pengguna aktif dan volume transaksi marketplace tercatat menurun secara tahunan. Penurunan ini dipengaruhi penghentian layanan barang fisik. Meski demikian, produk virtual dinilai tetap memiliki tingkat kebutuhan stabil dan menunjukkan penambahan pengguna baru di kategori tertentu.

Manajemen melihat segmen marketplace produk digital masih memiliki basis pengguna relevan dengan karakter permintaan yang lebih terfokus. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan usaha perusahaan ke depan.

Segmen Gaming Tetap Jadi Pilar Utama

Dalam strategi Bukalapak 2026, segmen gaming menjadi tulang punggung pertumbuhan. Hingga kuartal III-2025, ekosistem gaming menunjukkan perkembangan positif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan.

BUKA membangun konsep one-stop gaming platform dengan menyediakan berbagai produk dan layanan digital terintegrasi. Kinerja produk gaming tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi dan perluasan basis pengguna.

Sepanjang 2025, kontributor utama berasal dari layanan top-up game, penjualan voucher game, serta voucher digital untuk layanan streaming. Tren konsumsi konten digital yang meningkat turut mendukung pertumbuhan ini.

Pada 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan di segmen permainan digital dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan kualitas pendapatan. Strateginya mencakup:

  • Optimalisasi monetisasi produk gaming
  • Ekspansi pasar secara selektif
  • Penambahan variasi produk digital berutilitas tinggi
  • Penguatan kerja sama dengan mitra strategis lokal dan internasional

Manajemen menegaskan tetap mencermati intensitas persaingan industri gim, perubahan preferensi pengguna, serta perkembangan teknologi dan regulasi.

Segmen Investment Tumbuh Positif

Selain gaming, segmen investment juga menunjukkan perkembangan menggembirakan hingga kuartal III-2025. Hal ini tercermin dari peningkatan asset under management (AUM) dan aktivitas transaksi.

Produk investasi yang tersedia semakin beragam, mulai dari reksa dana, surat berharga ritel, saham, hingga emas digital. Diversifikasi ini memungkinkan perusahaan menjangkau profil investor lebih luas.

Kontribusi pendapatan dari segmen investasi digital turut meningkat seiring pertumbuhan basis pengguna. BUKA memandang layanan ini sebagai inisiatif strategis dalam mendorong diversifikasi sumber pendapatan jangka panjang.

Pada 2026, pengembangan ekosistem investment difokuskan pada peningkatan kualitas pertumbuhan melalui:

  • Penguatan kapabilitas platform
  • Perluasan kerja sama dengan mitra strategis
  • Kurasi produk investasi secara selektif
  • Peningkatan edukasi dan keamanan platform

Pendekatan ini diharapkan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kepercayaan pengguna.

Penguatan Segmen Mitra

Segmen Mitra BUKA juga menunjukkan kinerja semakin solid hingga kuartal III-2025. Perusahaan melakukan penyempurnaan fitur, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan variasi produk yang relevan bagi mitra.

Strategi 2026 mencakup penguatan produktivitas dan nilai tambah bagi Mitra melalui perluasan akses produk digital berutilitas tinggi, termasuk layanan keuangan dan kolaborasi di ekosistem telekomunikasi.

Langkah ini diharapkan meningkatkan aktivitas transaksi, memperkuat retensi, serta mendukung pertumbuhan kinerja usaha secara berkelanjutan.

Rencana Korporasi 2026

Hingga 31 Desember 2025, manajemen menyatakan belum ada aksi korporasi besar yang difinalisasi untuk 2026, seperti HMETD, PMTHMETD, maupun akuisisi material.

Namun, pada awal 2026, perusahaan telah melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) yang berlangsung sejak 9 Februari hingga 8 Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

Kesimpulan

Strategi Bukalapak 2026 menegaskan fokus pada penguatan segmen gaming, marketplace produk virtual, serta investment dan Mitra. Meski menghadapi penurunan pada marketplace akibat penghentian barang fisik, perusahaan optimistis produk digital tetap menjadi motor pertumbuhan.

Dengan pendekatan selektif, disiplin menjaga profitabilitas, serta penguatan teknologi dan kemitraan, BUKA menargetkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri digital.

FAQ

1. Apa fokus utama strategi Bukalapak 2026?
Fokus utama adalah penguatan segmen gaming dan marketplace produk virtual untuk mendorong pertumbuhan dan profitabilitas.

2. Mengapa marketplace mengalami penurunan?
Penurunan terjadi karena penghentian layanan physical goods yang sebelumnya menyumbang trafik dan transaksi.

3. Bagaimana kinerja segmen gaming?
Segmen gaming menunjukkan pertumbuhan positif dengan kontribusi signifikan terhadap pendapatan melalui top-up dan voucher game.

4. Apa saja produk di segmen investment?
Produk meliputi reksa dana, surat berharga ritel, saham, dan emas digital.

5. Apakah ada aksi korporasi besar pada 2026?
Belum ada aksi korporasi besar yang difinalisasi, namun perusahaan telah melakukan buyback saham pada awal 2026.