32 Daftar Saham Pariwisata di BEI Paling Prospektif 2026
Unras.com, Jakarta - Industri pariwisata nasional kembali menggeliat dan mendorong kenaikan minat terhadap daftar saham pariwisata di BEI. Setelah melewati tekanan pandemi, sektor wisata kini menunjukkan pemulihan signifikan seiring lonjakan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan destinasi unggulan di berbagai daerah.
Kebangkitan sektor ini tidak hanya terlihat dari ramainya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga dari peningkatan kinerja sejumlah emiten yang bergerak di bidang hotel, restoran, hiburan, hingga kawasan rekreasi terpadu. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah saham sektor wisata kembali aktif diperdagangkan dengan sentimen positif.
Momentum pemulihan ekonomi nasional turut menjadi katalis penting. Dukungan pemerintah terhadap pengembangan destinasi prioritas, digitalisasi layanan perjalanan, serta perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih mengutamakan pengalaman, memperkuat prospek saham sektor pariwisata di pasar modal Indonesia.
Mengapa Saham Pariwisata di BEI Menarik?
Saham sektor pariwisata tergolong siklikal. Artinya, kinerjanya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat. Saat ekonomi membaik, permintaan perjalanan, hiburan, dan rekreasi meningkat pesat.
Beberapa faktor pendorong utama antara lain:
-
Lonjakan perjalanan domestik dan internasional
-
Pertumbuhan wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism)
-
Ekspansi hotel dan resort premium
-
Meningkatnya konsumsi sektor F&B dan hiburan
-
Digitalisasi pemesanan tiket dan reservasi
Dengan tren tersebut, daftar emiten pariwisata di BEI menjadi radar investor yang membidik peluang pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
32 Daftar Saham Pariwisata di BEI dan Profil Emiten
Berikut daftar perusahaan sektor wisata, hospitality, dan hiburan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia:
1. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)
Pengelola jaringan Cinema XXI, Cinema 21, dan The Premiere ini menjadi pemain utama industri bioskop nasional. Ekspansi layar dan platform digital m.tix serta TIX.ID memperkuat posisinya.
2. PT MNC Land Tbk (KPIG)
Bergerak di pengembangan kawasan terpadu, properti, dan destinasi wisata modern yang terintegrasi dengan fasilitas hiburan.
3. PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF)
Mengelola lapangan golf prestisius di Bali, Sentul, dan Belitung. Fokus pada wisata golf dan hunian premium.
4. PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB)
Operator merek global seperti Starbucks dan Burger King, mendukung ekosistem wisata kuliner nasional.
5. PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT)
Mengelola hotel dan properti premium bekerja sama dengan jaringan internasional.
6. PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK)
Pemilik Raa Cha, Gokana, dan BMK dengan ekspansi gerai agresif.
7. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST)
Operator eksklusif KFC di Indonesia dengan jaringan luas.
8. PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ)
Menghadirkan pengalaman sinema modern melalui CGV Cinemas.
9. PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO)
Fokus pada pengembangan hotel dan resort di destinasi unggulan.
10. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
Mengelola properti Alila yang menyasar segmen premium dan eco-luxury.
11. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)
Pengelola kawasan wisata Ancol, termasuk Dufan dan Sea World.
Emiten Pariwisata Lain di BEI
Selain 11 saham unggulan tersebut, berikut tambahan daftar saham pariwisata di BEI:
-
ARTA
-
SHID
-
JIHD
-
PZZA
-
PANR
-
BAYU
-
EAST
-
CLAY
-
PTSP
-
PDES
-
PLAN
-
ICON
-
HOME
-
INPP
-
KPAS
-
MINA
-
PSKT
-
SOTS
-
TOUR
-
JGLE
-
HRME
Total terdapat lebih dari 32 emiten yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan industri wisata, perhotelan, restoran, taman rekreasi, hingga perjalanan.
Diversifikasi Sektor Pariwisata Semakin Luas
Kini sektor wisata di Bursa Efek Indonesia tidak hanya soal hotel dan agen perjalanan. Diversifikasinya mencakup:
-
Hiburan dan jaringan bioskop
-
Restoran dan waralaba makanan global
-
Kawasan wisata terpadu
-
Resort tematik dan eco-tourism
-
Lapangan golf dan lifestyle tourism
Semakin luasnya subsektor ini membuat investor memiliki banyak pilihan sesuai profil risiko dan strategi investasi.
Prospek 2026 dan Tantangan
Analis melihat saham pariwisata Indonesia berpotensi tumbuh jika stabilitas ekonomi terjaga. Namun, tantangan tetap ada, seperti fluktuasi daya beli, biaya operasional, serta ketergantungan pada jumlah kunjungan wisatawan.
Meski demikian, tren pengalaman berbasis perjalanan dan gaya hidup rekreatif diprediksi tetap meningkat. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan emiten sektor wisata di BEI.
Kesimpulan
Kebangkitan industri wisata nasional mendorong daftar saham pariwisata di BEI kembali dilirik investor. Dengan lebih dari 32 emiten yang bergerak di bidang hotel, restoran, hiburan, hingga kawasan wisata terpadu, peluang pertumbuhan sektor ini cukup menjanjikan. Diversifikasi bisnis dan meningkatnya mobilitas masyarakat menjadi katalis utama yang memperkuat prospek jangka panjang saham sektor pariwisata Indonesia.
FAQ
1. Apa itu saham pariwisata di BEI?
Saham pariwisata adalah saham perusahaan yang bergerak di bidang wisata, hotel, restoran, hiburan, dan industri pendukung perjalanan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
2. Apakah saham sektor wisata cocok untuk investasi jangka panjang?
Sektor ini cocok bagi investor yang memahami karakter siklikal dan siap menghadapi fluktuasi ekonomi.
3. Apa faktor utama yang mempengaruhi kinerja saham pariwisata?
Jumlah wisatawan, daya beli masyarakat, stabilitas ekonomi, serta ekspansi bisnis perusahaan.
4. Berapa jumlah saham pariwisata di BEI?
Terdapat lebih dari 32 emiten yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan industri pariwisata.
5. Apa risiko investasi di sektor pariwisata?
Risikonya meliputi penurunan kunjungan wisata, krisis ekonomi, hingga perubahan regulasi.
