Aturan Klaim Santunan Maxim dan YPSSI Terbaru, Cek Syarat dan Ketentuan!

Simak aturan klaim santunan Maxim lewat Program YPSSI, termasuk syarat, batas waktu, dan ketentuan pengajuan terbaru.

Suratkami.com, Jakarta - Klaim santunan Maxim melalui Program YPSSI kini ditegaskan dengan sejumlah ketentuan baru. Aturan klaim santunan Maxim ini penting dipahami oleh Pengemudi dan Penumpang agar tidak terjadi kesalahan saat pengajuan bantuan pascakecelakaan.

Program santunan dari Maxim menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi mitra dan pengguna layanan. Namun, tidak semua kejadian kecelakaan bisa diproses sebagai klaim bantuan.

Manajemen menekankan bahwa hanya kasus tertentu yang memenuhi syarat untuk mendapatkan santunan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap prosedur dan batasan waktu menjadi hal krusial.

Batas Waktu Klaim Santunan Maxim

Aturan terbaru menyebutkan bahwa klaim santunan atas kecelakaan yang terjadi lebih dari satu hingga dua bulan yang lalu tanpa adanya order aktif tidak dapat diproses. Ketentuan ini menjadi perhatian utama karena masih banyak pengajuan yang terlambat.

Artinya, jika kecelakaan terjadi di luar aktivitas order atau tidak berkaitan dengan penggunaan aplikasi saat kejadian, maka permohonan bantuan tidak akan diterima. Kebijakan ini bertujuan menjaga validitas dan transparansi sistem perlindungan.

Batas waktu pengajuan juga menjadi faktor penting. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang untuk diproses sesuai prosedur.

Pihak yang Berhak Mengajukan Klaim

Program YPSSI hanya berlaku untuk pihak yang termasuk dalam ekosistem Maxim. Berikut kategori yang dapat mengajukan santunan:

  • Pengemudi yang mengalami kecelakaan saat menjalankan order.
  • Pengemudi yang mengalami kecelakaan saat menggunakan aplikasi Taxsee Driver.
  • Penumpang yang mengalami insiden saat menggunakan layanan Maxim.
  • Pengemudi dan/atau Penumpang yang membayar biaya pengobatan akibat kecelakaan tersebut.

Dengan demikian, santunan Maxim tidak berlaku untuk pihak di luar layanan resmi.

Klaim yang Tidak Dapat Diproses

Tidak semua kecelakaan bisa mendapatkan bantuan dari Program YPSSI. Beberapa kondisi berikut dipastikan tidak dapat diproses:

  • Kecelakaan yang terjadi lebih dari 1–2 bulan lalu tanpa order aktif.
  • Kecelakaan akibat kesalahan Pengemudi yang merugikan pihak di luar Maxim.
  • Permintaan ganti rugi atas kerusakan kendaraan atau kerugian material.

Program ini hanya memproses permohonan santunan yang menimbulkan kerugian fisik. Kerusakan kendaraan, baik ringan maupun berat, tidak termasuk dalam cakupan bantuan.

Selain itu, klaim atas kecelakaan yang merugikan pihak eksternal (bukan Pengemudi atau Penumpang Maxim) juga tidak akan diproses.

Syarat Dokumen dan Bukti Medis

Untuk mendapatkan santunan YPSSI, pemohon wajib melampirkan dokumen resmi dari fasilitas kesehatan. Dokumen tersebut bisa berupa:

  • Surat keterangan dokter.
  • Rincian biaya pengobatan dari rumah sakit atau klinik.
  • Bukti pembayaran perawatan medis.

Tanpa dokumen yang sah, pengajuan klaim bantuan kecelakaan tidak dapat dilanjutkan. Ketentuan ini dibuat untuk memastikan bahwa setiap klaim benar-benar berdasarkan kejadian nyata dan terverifikasi.

Konsekuensi Keluar dari Program YPSSI

Pengemudi yang memutuskan berhenti mengikuti Program YPSSI perlu memahami risikonya. Jika sudah keluar dari program, Pengemudi tidak dapat bergabung kembali.

Selain itu, mereka juga tidak dapat mengajukan klaim santunan di masa mendatang apabila mengalami kecelakaan. Keputusan keluar dari program bersifat final dan permanen.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga konsistensi kepesertaan serta keberlanjutan sistem bantuan bagi mitra aktif.

Pentingnya Memahami Aturan Klaim

Aturan klaim santunan Maxim bertujuan melindungi Pengemudi dan Penumpang secara adil. Namun, perlindungan ini hanya berlaku jika seluruh syarat dipenuhi.

Pengajuan yang tidak sesuai prosedur akan otomatis ditolak. Oleh sebab itu, mitra dan pengguna diimbau untuk segera melapor setelah kejadian dan memastikan seluruh dokumen lengkap.

Dengan memahami kebijakan terbaru ini, risiko kesalahpahaman dapat dihindari dan proses klaim bisa berjalan lebih cepat.

Kesimpulan

Klaim santunan Maxim melalui Program YPSSI memiliki batasan yang jelas. Hanya kecelakaan yang terjadi saat menjalankan order atau menggunakan aplikasi yang dapat diproses. Pengajuan juga harus dilengkapi dokumen medis resmi dan tidak mencakup kerugian material.

Pengemudi yang keluar dari program tidak dapat bergabung kembali dan kehilangan hak klaim di masa depan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap aturan klaim santunan Maxim menjadi kunci agar hak perlindungan tetap terjaga.

FAQ

1. Apakah kecelakaan lama bisa diajukan klaim?
Tidak. Klaim santunan Maxim tidak dapat diproses jika kejadian sudah lebih dari 1–2 bulan tanpa order aktif.

2. Apakah kerusakan kendaraan bisa diganti?
Tidak. Program YPSSI hanya mencakup kerugian fisik, bukan kerugian material.

3. Siapa saja yang berhak mengajukan santunan?
Pengemudi saat menjalankan order atau menggunakan aplikasi, serta Penumpang saat menggunakan layanan Maxim.

4. Apa yang terjadi jika Pengemudi keluar dari Program YPSSI?
Pengemudi tidak dapat bergabung kembali dan tidak bisa mengajukan klaim santunan di masa mendatang.

5. Dokumen apa yang wajib disertakan?
Surat keterangan dokter dan bukti biaya pengobatan dari fasilitas kesehatan resmi.