3 Saham Chairul Tanjung di BEI dan Kinerjanya Terbaru

Saham Chairul Tanjung di BEI mencakup Bank Mega, Allo Bank, dan Garuda Indonesia dengan kinerja, kapitalisasi pasar, dan prospek terbaru.

 Unras.com – Jakarta - Saham Chairul Tanjung menjadi sorotan investor karena mencerminkan strategi investasi salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Melalui berbagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Chairul Tanjung menempatkan modalnya di sektor perbankan dan transportasi udara yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.



Nama Chairul Tanjung dikenal luas sebagai pendiri CT Corp, kelompok usaha yang menaungi bisnis ritel, media, perhotelan, hingga layanan keuangan. Publik juga mengenalnya sebagai pemilik jaringan Trans, termasuk Transmart, Trans Studio, dan Trans Hotel.

Meski memiliki banyak unit usaha, tidak semua perusahaan CT Corp melantai di pasar modal. Saat ini, hanya beberapa saham yang menjadi representasi langsung investasi Chairul Tanjung di BEI, terutama dari sektor jasa keuangan dan penerbangan. Saham-saham ini menjadi referensi penting bagi investor yang ingin memahami portofolio konglomerasi besar di Indonesia.

Daftar Saham Chairul Tanjung di Bursa Efek Indonesia

Berikut tiga saham utama yang terkait langsung dengan kepemilikan Chairul Tanjung di pasar modal Indonesia.

PT Bank Mega Tbk (MEGA)

Salah satu saham Chairul Tanjung yang paling dikenal adalah PT Bank Mega Tbk. Bank ini menjadi tulang punggung bisnis keuangan CT Corp dan memiliki integrasi kuat dengan ekosistem ritel serta layanan lainnya.

Beberapa data penting saham MEGA antara lain:

  • IPO: Tahun 2000 dengan harga Rp1.200 per saham

  • Jumlah saham beredar: 11,62 miliar

  • Harga terbaru: Rp3.310 per saham

  • Kapitalisasi pasar: Rp38,47 triliun

  • Pengendali utama: PT Mega Corpora

Sejak awal 2025, saham MEGA mengalami penurunan sekitar 20,24%. Namun, dalam satu bulan terakhir, saham ini menunjukkan pemulihan dengan kenaikan 2,48%. Pergerakan ini menunjukkan karakter saham perbankan yang cenderung stabil meskipun mengalami fluktuasi jangka pendek.

Bank Mega juga diuntungkan oleh sinergi dengan bisnis CT Corp, termasuk pusat perbelanjaan dan layanan gaya hidup. Hal ini memberikan basis nasabah yang kuat dan stabil.

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

Saham Chairul Tanjung berikutnya adalah PT Allo Bank Indonesia Tbk, bank digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Data utama saham BBHI meliputi:

  • IPO: Tahun 2015 dengan harga Rp125 per saham

  • Jumlah saham beredar: 21,73 miliar

  • Harga terbaru: Rp1.490 per saham

  • Kapitalisasi pasar: Rp32,05 triliun

  • Pengendali saham: PT Mega Corpora (60,88%)

Transformasi Allo Bank menjadi bank digital sejak 2022 menjadi faktor utama pertumbuhan pesat sahamnya. Sejak awal tahun, harga saham BBHI melonjak hingga 100%. Dalam enam bulan terakhir, kenaikan bahkan mencapai 146,28%.

Kinerja ini mencerminkan tren digitalisasi perbankan di Indonesia. Investor melihat Allo Bank sebagai saham pertumbuhan tinggi yang potensial di masa depan.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)

Selain sektor perbankan, Chairul Tanjung juga memiliki investasi di sektor penerbangan melalui PT Garuda Indonesia Tbk.

Kepemilikan saham Garuda Indonesia oleh Chairul Tanjung terdiri dari:

  • Kepemilikan langsung: 6,42 juta saham (0,007%)

  • Kepemilikan tidak langsung melalui PT Trans Airways: 7,31 juta saham (7,99%)

  • Harga saham terbaru: Rp88 per saham

  • Kapitalisasi pasar: sekitar Rp8 triliun

Sejak awal 2025, saham Garuda Indonesia meningkat 62,69%. Kenaikan ini mencerminkan pemulihan sektor penerbangan nasional pasca pandemi dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Investor melihat saham GIAA sebagai saham recovery dengan potensi pertumbuhan seiring membaiknya industri pariwisata.

Integrasi Bisnis Jadi Kekuatan Utama

Salah satu keunggulan saham Chairul Tanjung adalah integrasi antar-perusahaan. Bank Mega dan Allo Bank tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem CT Corp yang lebih luas.

Integrasi ini memberikan beberapa keuntungan:

  • Memperkuat basis pelanggan melalui sinergi bisnis

  • Meningkatkan efisiensi operasional

  • Memperluas peluang pendapatan lintas sektor

  • Mendukung pertumbuhan jangka panjang

Strategi ini membantu menjaga stabilitas kinerja perusahaan, bahkan saat kondisi ekonomi mengalami tekanan.

Tren dan Prospek Saham Chairul Tanjung

Secara umum, saham milik Chairul Tanjung memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga cocok untuk berbagai profil investor.

Berikut tren utamanya:

  • MEGA: Stabil, cocok untuk investasi jangka panjang

  • BBHI: Pertumbuhan agresif, menarik bagi investor growth

  • GIAA: Saham recovery, potensial seiring pemulihan sektor penerbangan

Diversifikasi ini menunjukkan strategi investasi yang matang. Chairul Tanjung tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi menyebarkan investasi untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang keuntungan.

Saham Konglomerat Jadi Referensi Investor

Bagi investor, saham milik konglomerat seperti Chairul Tanjung sering menjadi indikator penting. Hal ini karena konglomerasi besar memiliki sumber daya, pengalaman, dan jaringan bisnis yang kuat.

Selain itu, kepemilikan strategis melalui holding company memastikan kontrol dan arah bisnis tetap terjaga. Ini memberikan kepercayaan tambahan bagi investor publik.

Saham Bank Mega memberikan stabilitas, Allo Bank menawarkan pertumbuhan, dan Garuda Indonesia menghadirkan potensi pemulihan. Kombinasi ini menciptakan portofolio yang seimbang.

Kesimpulan

Saham Chairul Tanjung di Bursa Efek Indonesia terdiri dari tiga perusahaan utama, yaitu Bank Mega, Allo Bank, dan Garuda Indonesia. Ketiganya memiliki karakteristik berbeda, mulai dari stabilitas, pertumbuhan agresif, hingga potensi recovery.

Strategi diversifikasi sektor menjadi kunci keberhasilan investasi Chairul Tanjung. Integrasi antar-perusahaan juga memperkuat ekosistem bisnis secara keseluruhan.

Bagi investor, memahami saham milik konglomerat besar dapat membantu dalam mengambil keputusan investasi yang lebih tepat. Saham-saham ini tidak hanya mencerminkan kinerja perusahaan, tetapi juga strategi jangka panjang dalam membangun nilai bisnis.

FAQ

Apa saja saham Chairul Tanjung di BEI?

Saham Chairul Tanjung di BEI meliputi Bank Mega (MEGA), Allo Bank (BBHI), dan Garuda Indonesia (GIAA).

Saham Chairul Tanjung mana yang paling stabil?

Bank Mega dikenal sebagai saham yang relatif stabil karena berasal dari sektor perbankan yang mapan.

Mengapa saham Allo Bank tumbuh pesat?

Pertumbuhan Allo Bank didorong oleh transformasi digital dan meningkatnya minat terhadap layanan bank digital.

Apakah saham Garuda Indonesia masih menarik?

Saham Garuda Indonesia memiliki potensi karena sektor penerbangan sedang dalam fase pemulihan.

Apakah saham milik konglomerat aman untuk investasi?

Tidak selalu, tetapi saham konglomerat umumnya memiliki fondasi bisnis kuat dan strategi jangka panjang yang jelas.