Saham Agung Podomoro APLN Terbang 3 Hari di Tengah Aksi Divestasi, Breakout ke Level Tertinggi
Unras.com - Saham Agung Podomoro APLN kembali menjadi sorotan pelaku pasar setelah APLN melonjak tajam selama tiga hari berturut-turut di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi harga ini terjadi di tengah aktivitas divestasi aset yang dijalankan perusahaan properti tersebut.
Penguatan saham APLN terlihat signifikan pada perdagangan Selasa (13/1/2026), ketika harga mencapai level tertinggi sejak awal 2021. Lonjakan ini juga disertai dengan volume transaksi besar, mengindikasikan minat beli yang meningkat dari investor.
Performa kuat ini menarik perhatian analis pasar karena menunjukkan breakout dari konsolidasi panjang, mengindikasikan potensi perubahan tren menjadi bullish setelah periode sideways yang lama.
Reli Saham APLN: Fakta Terbaru
Pada perdagangan Selasa pagi, saham Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatat kenaikan signifikan, melanjutkan reli yang sudah berjalan dua hari sebelumnya.
Menurut data BEI pukul 11.03 WIB, harga saham APLN melonjak sekitar 17,24 persen mencapai level Rp204 per saham — level tertinggi sejak Januari 2021. Nilai transaksi tercatat besar mencapai miliaran rupiah, menunjukkan aktivitas pasar yang sangat dinamis.
Dalam sepekan terakhir, return saham APLN mencapai lonjakan signifikan, mencerminkan minat investor terhadap saham ini meski terjadi aksi divestasi aset oleh perusahaan.
Analisis Teknikal: Breakout & Volume Transaksi
Breakout dari Konsolidasi
Pergerakan harga APLN berhasil menembus area konsolidasi panjang di kisaran 95–105, yang sebelumnya menjadi hambatan kuat dan menahan harga dalam waktu lama.
Breakout ini sering dilihat sebagai sinyal perubahan tren dari sideways menjadi tren naik (bullish). Hal ini juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan yang signifikan.
Support & Resistance
-
Support terdekat: level di kisaran 180–190.
-
Area resistance berikutnya: sekitar 210–220.
Teknik breakout yang kuat ini memberi sinyal bahwa saham APLN masih bisa berlanjut menguat jika minat beli tetap tinggi.
Aksi Divestasi Aset APLN: Latar Belakang
Meski sahamnya melonjak, APLN dikenal aktif melakukan aksi divestasi aset sebagai bagian dari strategi manajemen keuangan.
Perusahaan telah melepas sejumlah aset strategis dalam beberapa waktu terakhir, termasuk pusat perbelanjaan dan hotel, untuk memperkuat kas dan mengurangi beban utang.
Misalnya, divestasi mall Deli Park di Medan melalui anak perusahaan SMD yang hasil penjualannya dibagikan ke perusahaan melalui mekanisme dividen.
Strategi ini bertujuan memperbaiki struktur balance sheet dan mendukung operasi inti perusahaan, meskipun berdampak pada pendapatan berulang dari sektor properti tertentu.
Relevansi Kinerja Saham dengan Divestasi
Naiknya saham APLN di tengah divestasi bisa diartikan bahwa pasar melihat divestasi bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai upaya restrukturisasi yang positif.
Investor cenderung merespons kebijakan tersebut sebagai langkah perbaikan kinerja keuangan jangka panjang, terutama jika hasil penjualan aset dipakai untuk menurunkan utang dan memperkuat modal kerja.
Kesimpulan
Saham Agung Podomoro APLN berhasil terbang selama tiga hari beruntun, mencapai level tertinggi sejak 2021. Lonjakan harga ini terjadi di tengah aksi divestasi aset properti yang dilakukan perusahaan. Breakout dari konsolidasi dan volume transaksi tinggi menunjukkan tren positif dan minat investor yang kuat.
FAQ
Mengapa saham APLN naik tajam?
Saham naik karena menembus area konsolidasi lama dan volume transaksi meningkat signifikan, yang menjadi sinyal kuat minat beli.
Apakah divestasi berdampak buruk pada APLN?
Divestasi dipandang sebagai strategi finansial untuk memperkuat kas dan mengurangi utang, yang dipandang positif oleh pasar.
Berapa persen kenaikan saham APLN terbaru?
Pada perdagangan terbaru, saham APLN melonjak sekitar 17,24 persen.
Apa arti breakout dalam saham?
Breakout adalah kondisi harga yang keluar dari area konsolidasi, menandakan kemungkinan perubahan tren ke arah naik.
Apakah harga APLN akan terus naik?
Prospek harga tergantung pada sentimen pasar, kinerja perusahaan, dan faktor fundamental lainnya di pasar modal.
