5 Kesalahan Finansial Kelas Menengah Ala Warren Buffett

Kesalahan finansial kelas menengah menurut Warren Buffett bisa menghambat akumulasi kekayaan jangka panjang jika tak segera diperbaiki.

Unras.com, Jakarta - Kesalahan finansial kelas menengah menjadi sorotan investor legendaris Warren Buffett dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, kegagalan membangun kekayaan bukan semata karena kecilnya penghasilan, tetapi karena kebiasaan mengelola uang yang kurang tepat.

Selama lebih dari enam dekade memimpin , konsisten menyuarakan pentingnya disiplin keuangan. Prinsip yang ia sampaikan dinilai relevan untuk semua tingkat pendapatan, termasuk kelas menengah.

Dikutip dari , Sabtu (21/2/2026), terdapat lima kesalahan finansial kelas menengah yang kerap menghambat akumulasi kekayaan dalam jangka panjang. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya signifikan terhadap kondisi ekonomi seseorang.

Kesalahan-kesalahan tersebut berkaitan dengan pola menabung, pengelolaan utang, gaya hidup, waktu memulai investasi, hingga literasi finansial. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa memperlambat pertumbuhan aset dan menggerus peluang kebebasan finansial.

Menabung dari Sisa, Bukan di Awal

Salah satu kesalahan finansial kelas menengah adalah menempatkan tabungan sebagai prioritas terakhir. Banyak orang membayar kebutuhan dan gaya hidup terlebih dahulu, lalu menyisihkan sisa uang untuk ditabung.

Buffett pernah menegaskan, jangan menabung dari sisa setelah berbelanja, tetapi belanjakanlah sisa setelah menabung. Prinsip ini menekankan pentingnya menyisihkan dana di awal, bukan di akhir.

Dalam rapat tahunan Berkshire Hathaway 2023, ia menyarankan agar seseorang membelanjakan lebih sedikit dari yang dihasilkan. Sistem autodebet atau pemindahan otomatis ke rekening tabungan dinilai efektif membangun disiplin keuangan. Tanpa kebiasaan ini, potensi pertumbuhan dana jangka panjang bisa terlewatkan.

Memelihara Utang Konsumtif Berbunga Tinggi

Kesalahan berikutnya adalah mempertahankan utang berbunga tinggi, terutama kartu kredit. Dalam rapat tahunan 2021, Buffett menceritakan pengalamannya memberi saran kepada seseorang dengan bunga kartu kredit sekitar 18 persen.

Ia menyarankan agar utang tersebut dilunasi terlebih dahulu sebelum memulai investasi. Secara matematis, sulit memperoleh imbal hasil konsisten yang melebihi bunga dua digit.

Dalam rapat tahunan 2004, ketika diminta satu nasihat utama oleh pemegang saham muda, Buffett menjawab singkat: jangan berutang. Melunasi kewajiban berbunga tinggi merupakan langkah finansial yang memberikan hasil lebih pasti dibanding mengejar keuntungan investasi berisiko.

Kenaikan Penghasilan Habis untuk Gaya Hidup

Kesalahan finansial kelas menengah lainnya adalah peningkatan gaya hidup seiring kenaikan pendapatan. Fenomena ini dikenal sebagai lifestyle inflation.

Buffett menilai banyak orang gagal meningkatkan tabungan meski penghasilan bertambah karena pengeluaran ikut naik. Ruang untuk investasi tetap sempit.

Ia sendiri dikenal mempertahankan gaya hidup sederhana. Buffett masih tinggal di rumah yang dibelinya di Omaha pada 1958. Dalam surat kepada pemegang saham 2014, ia mengingatkan bahwa mempertaruhkan kebutuhan demi keinginan bukanlah keputusan rasional.

Mengendalikan gaya hidup menjadi fondasi penting dalam membangun kekayaan jangka panjang.

Terlambat Memulai Investasi

Waktu adalah faktor krusial dalam investasi. Buffett pernah menggambarkan proses membangun kekayaan seperti menggulirkan bola salju dari bukit panjang. Semakin awal dimulai, semakin besar hasilnya.

Efek bunga berbunga bekerja optimal bila diberi waktu yang cukup. Penundaan memulai investasi, kebiasaan menjual saat pasar bergejolak, atau tidak konsisten menanamkan dana dapat mengurangi potensi pertumbuhan aset.

Buffett membeli saham pertamanya pada usia 11 tahun dan bahkan mengaku berharap bisa memulai lebih cepat. Pesan ini menegaskan pentingnya memulai investasi sedini mungkin.

Menganggap Ketidaktahuan Finansial sebagai Hal Wajar

Kurangnya literasi keuangan juga menjadi kesalahan finansial kelas menengah. Buffett pernah menyatakan bahwa risiko muncul karena tidak mengetahui apa yang dilakukan.

Ia menekankan pentingnya memahami instrumen investasi, biaya, dan risiko sebelum mengambil keputusan. Tanpa pengetahuan memadai, keputusan emosional saat pasar turun atau naik drastis dapat merugikan dalam jangka panjang.

Buffett dikenal gemar membaca setiap hari. Ia menyebut investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri, yakni dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Kesimpulan

Kesalahan finansial kelas menengah sering kali bukan soal besar kecilnya gaji, melainkan kebiasaan yang dilakukan secara berulang. Menunda menabung, mempertahankan utang berbunga tinggi, menaikkan gaya hidup, terlambat berinvestasi, dan rendahnya literasi keuangan menjadi penghambat utama akumulasi kekayaan.

Warren Buffett menegaskan bahwa disiplin, konsistensi, dan pengendalian diri lebih menentukan dibanding besarnya penghasilan. Perbaikan kebiasaan finansial sejak dini dapat membuka peluang pertumbuhan aset yang lebih optimal di masa depan.

FAQ

Apa itu kesalahan finansial kelas menengah?

Kesalahan finansial kelas menengah adalah kebiasaan pengelolaan uang yang kurang tepat sehingga menghambat pertumbuhan kekayaan dalam jangka panjang.

Mengapa utang berbunga tinggi berbahaya?

Karena bunga dua digit sulit dikalahkan oleh imbal hasil investasi yang konsisten, sehingga beban utang terus membesar.

Mengapa harus menabung di awal?

Menyisihkan dana di awal membantu membangun disiplin dan memastikan dana benar-benar terkumpul sebelum digunakan untuk kebutuhan lain.

Kapan waktu terbaik memulai investasi?

Sedini mungkin. Semakin cepat dimulai, semakin besar manfaat efek bunga berbunga terhadap pertumbuhan aset.

Bagaimana meningkatkan literasi keuangan?

Dengan membaca, mengikuti edukasi finansial, memahami instrumen investasi, serta mempelajari risiko dan biaya sebelum mengambil keputusan.