-->

Tokopedia Diguncang Isu PHK Massal Usai Akuisisi TikTok, Kendali Dialihkan ke China

Unras.com, Denpasar – Tokopedia kembali jadi sorotan publik setelah muncul isu PHK massal yang menimpa ratusan karyawan perusahaan e-commerce tersebut. Isu ini mencuat tak lama setelah akuisisi oleh TikTok pada akhir 2023, dan kini dikabarkan kendali teknis Tokopedia sepenuhnya akan beralih ke China.

Isu pemutusan hubungan kerja ini ramai dibicarakan di media sosial. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa pemberitahuan PHK selalu datang mendadak lewat undangan town hall sehari sebelumnya. Hingga kini, manajemen Tokopedia masih memilih bungkam terkait isu yang tengah ramai diperbincangkan tersebut.

Sumber internal perusahaan menyebutkan dalam dua bulan terakhir, sekitar 420 karyawan terdampak pemangkasan. Pada Agustus tercatat 240 orang terkena PHK, sementara bulan sebelumnya sekitar 180 orang lebih dahulu diberhentikan. Divisi teknologi informasi, customer care, hingga pemenuhan pesanan menjadi yang paling terdampak.

Selain itu, alasan PHK disebut berasal dari penilaian TikTok sebagai pemegang saham mayoritas yang menganggap jumlah karyawan Tokopedia terlalu besar. Usai merger dengan TikTok Shop, jumlah pegawai gabungan mencapai 2.500 orang. TikTok kemudian menilai angka tersebut perlu dipangkas agar lebih efisien.

Tak hanya itu, sumber internal juga mengungkapkan bahwa kendali teknis Tokopedia perlahan dialihkan ke pusat di China. Beberapa pekerjaan kini langsung melapor ke tim TikTok di sana, dengan target penuh integrasi sistem pada Desember 2025. Hal ini membuat tim lokal di Indonesia diperkirakan hanya akan fokus pada bisnis dan pemasaran.

Dalam waktu bersamaan, layanan gudang pintar "Dilayani Tokopedia" yang diluncurkan pada 2022 juga resmi ditutup. Penutupan layanan ini turut menyeret pemutusan kerja bagi karyawan yang terlibat di dalamnya. Gudang tersebut dipastikan berhenti beroperasi mulai pertengahan Agustus 2025.

Tokopedia kini dimiliki oleh TikTok sebesar 75,01% dan GoTo 24,99%. Akuisisi senilai US$ 840 juta itu sekaligus membuka jalan bagi kembalinya TikTok Shop ke Indonesia setelah sempat diblokir pemerintah. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Tokopedia belum memberikan tanggapan resmi terkait isu PHK maupun peralihan kendali ke China.

Anda mungkin menyukai postingan ini