-->

Pemprov Lampung Dorong Taksi Listrik Lampung untuk Tekan Polusi dan Perkuat Transportasi Hijau

Pemprov Lampung mempercepat kehadiran taksi listrik Lampung sebagai transportasi hijau untuk menekan polusi dan mendukung energi ramah lingkungan.

Unras.com – Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat ekosistem transportasi umum berbasis energi bersih melalui kehadiran taksi listrik Lampung di wilayah perkotaan. Kebijakan ini diarahkan untuk menekan polusi udara sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen daerah dalam mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan sebagai bagian dari transformasi sektor transportasi umum. Kehadiran armada taksi berbasis listrik diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Selain sebagai solusi transportasi, pengembangan taksi listrik Lampung juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, termasuk penyerapan tenaga kerja dan penguatan peran badan usaha milik daerah dalam skema kerja sama.

Komitmen Pemprov Lampung Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kebijakan menghadirkan taksi berbasis kendaraan listrik bertujuan mengurangi tingkat polusi udara di wilayah perkotaan. Upaya ini dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan infrastruktur pendukung.

Menurutnya, penggunaan energi hijau di sektor transportasi umum menjadi target jangka menengah Pemerintah Provinsi Lampung. Kehadiran taksi listrik atau taksi hijau menjadi salah satu langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut.

Persiapan Ekosistem SPKLU di Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pengembangan taksi listrik diiringi dengan kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Infrastruktur ini menjadi kunci utama agar operasional kendaraan listrik berjalan optimal.

Saat ini, jumlah SPKLU di Provinsi Lampung mencapai sekitar 44 unit yang tersebar di berbagai daerah. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan penambahan hingga 101 unit SPKLU pada periode 2028–2029 melalui kolaborasi bersama PLN dan pihak swasta.

Fokus Pengembangan Awal SPKLU

  • Pengembangan tahap awal difokuskan di Kota Bandarlampung dan sekitarnya
  • Menyesuaikan kebutuhan operasional taksi listrik
  • Mendukung mobilitas kendaraan listrik di wilayah perkotaan

Keterlibatan Warga Lokal dan Pengemudi Perempuan

Pemprov Lampung memastikan bahwa tenaga pengemudi taksi listrik wajib berasal dari warga lokal. Selain itu, keterlibatan pengemudi perempuan ditetapkan minimal 30 persen dari total tenaga kerja.

Kebijakan ini bertujuan agar manfaat ekonomi dari operasional taksi listrik Lampung dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah. Pemerintah juga memastikan keterlibatan BUMD dalam skema kerja sama, termasuk kepemilikan saham, guna memperkuat kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Green SM Indonesia Siap Luncurkan Taksi Listrik di Bandarlampung

Direktur Green SM Indonesia, Denny Tija, menyampaikan bahwa Bandarlampung diproyeksikan menjadi kota keempat peluncuran layanan taksi listrik Green SM di Indonesia. Kota ini juga akan menjadi yang pertama di Pulau Sumatera.

Peluncuran layanan ditargetkan berlangsung pada bulan Ramadhan dengan tahap awal menyiapkan sekitar 400 unit kendaraan listrik. Seluruh operasional awal akan difokuskan di wilayah Bandarlampung.

Penetapan Tarif dan Legalitas Operasional

  • Tarif disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah
  • Mempertimbangkan persaingan usaha lokal
  • Masih dalam tahap riset dan pengurusan legalitas

Tahapan Pengembangan Taksi Listrik Lampung

Pengembangan operasional taksi listrik di Lampung direncanakan melalui empat fase untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau secara berkelanjutan.

Fase Pertama

  • Operasional di Bandarlampung
  • Armada 400 unit
  • Sekitar 500 pengemudi lokal
  • Dua stasiun pengisian kendaraan listrik

Fase Kedua

  • Perluasan layanan ke Kota Metro
  • Total armada 600 unit
  • Sekitar 750 pengemudi asal Lampung
  • Penambahan lima stasiun pengisian

Fase Ketiga

  • Dukungan ekonomi hijau daerah
  • Tambahan 700 unit kendaraan
  • Kesiapan 875 pengemudi lokal

Fase Keempat

  • Total armada mencapai 1.000 unit
  • Jumlah pengemudi hingga 1.200 orang

Kesimpulan

Kehadiran taksi listrik Lampung menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong transportasi ramah lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Dengan dukungan infrastruktur SPKLU, keterlibatan warga lokal, dan kolaborasi swasta, transformasi menuju transportasi hijau di Lampung diharapkan berjalan berkelanjutan.

FAQ

Apa tujuan utama pengembangan taksi listrik di Lampung?
Untuk menekan polusi udara, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas layanan transportasi umum.

Di mana operasional awal taksi listrik Lampung dilakukan?
Tahap awal difokuskan di Kota Bandarlampung.

Siapa yang menjadi pengemudi taksi listrik?
Seluruh pengemudi wajib berasal dari warga lokal dengan keterlibatan pengemudi perempuan minimal 30 persen.

Berapa target total armada taksi listrik di Lampung?
Pada fase akhir, jumlah armada ditargetkan mencapai 1.000 unit.

Bagaimana kesiapan infrastruktur pendukungnya?
Pemprov Lampung menyiapkan pengembangan SPKLU secara bertahap melalui kerja sama dengan PLN dan pihak swasta.