BSI Jadi BUMN Strategis, Perkuat Ekonomi Syariah Nasional

BSI jadi BUMN strategis dengan kinerja kuat, dorong pembiayaan syariah, UMKM, dan layanan emas nasional berbasis ekosistem Islami.

UNRAS.COM | Jakarta - Status BSI jadi BUMN strategis di sektor perbankan syariah semakin diperkuat lewat kinerja solid sepanjang 2025. PT Bank Syariah Indonesia Tbk menunjukkan pertumbuhan dobel digit di berbagai indikator utama, sekaligus memperluas peran dalam mendukung program ekonomi pemerintah.

Penguatan posisi Bank Syariah Indonesia sebagai bagian dari kelompok BUMN keuangan dinilai memberi dampak besar terhadap pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional. Dukungan kebijakan, perluasan layanan, serta inovasi produk menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

Manajemen BSI menegaskan bahwa peran sebagai bank syariah milik negara tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga pembangunan sektor riil, pemberdayaan UMKM, serta inklusi keuangan berbasis prinsip syariah.

Peran BSI sebagai BUMN di Sektor Perbankan Syariah

Ketika BSI jadi BUMN andalan di industri perbankan syariah, mandat yang diemban tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memperluas akses layanan keuangan. Fokus diarahkan pada segmen ritel, mikro, UMKM, ASN, dan sektor sosial prioritas seperti pendidikan serta kesehatan.

Sepanjang 2025, penyaluran pembiayaan mencapai Rp318,84 triliun atau tumbuh 14,49 persen secara tahunan. Sekitar 90 persen pembiayaan mengalir ke sektor pro-rakyat, termasuk usaha kecil dan menengah.

Langkah ini memperlihatkan fungsi intermediasi bank syariah pelat merah berjalan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis sektor produktif.

Kinerja Keuangan BSI Tumbuh Dobel Digit

Penguatan posisi BSI sebagai bank BUMN syariah tercermin dari capaian kinerja keuangan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 16,20 persen menjadi Rp380 triliun, dengan dominasi dana murah mencapai lebih dari 60 persen.

Total aset perseroan naik menjadi Rp456 triliun atau tumbuh 11,64 persen secara tahunan. Laba bersih juga meningkat menjadi Rp7,57 triliun, naik 8,02 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross di level 1,81 persen dan NPF nett 0,47 persen. Angka ini menunjukkan pengelolaan risiko bank syariah BUMN tersebut cukup disiplin.

Status Bullion Bank Perkuat Fungsi BSI sebagai BUMN

Peran BSI jadi BUMN semakin luas setelah memperoleh izin sebagai bullion bank atau bank emas. Izin khusus ini membuat BSI dapat membangun ekosistem bisnis emas terintegrasi.

Layanan yang dikembangkan mencakup:

  • Tabungan emas syariah
  • Cicil emas
  • Gadai emas
  • Ekosistem bullion bank
  • Integrasi layanan emas dengan produk haji

Dalam waktu kurang dari satu tahun, ekosistem emas BSI telah menjangkau sekitar 1 juta nasabah. Model ini dinilai menjadi keunggulan kompetitif bank syariah milik negara dibanding pemain lain.

Dukungan Langsung ke Program Pemerintah

Sebagai bank BUMN berbasis syariah, BSI terlibat langsung dalam berbagai program strategis pemerintah. Kontribusi tersebut terlihat dari penyaluran pembiayaan dan dukungan sistem pembayaran.

Beberapa program yang didukung antara lain:

  • Penyaluran KUR Rp12,2 triliun ke sekitar 90 ribu pelaku usaha
  • Program 3 Juta Rumah melalui FLPP Rp3,5 triliun
  • Distribusi dana SAL Rp10 triliun untuk pembiayaan produktif
  • Layanan virtual account untuk program Makan Bergizi Gratis
  • Dukungan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Keterlibatan ini mempertegas fungsi BSI sebagai bank syariah BUMN yang menjadi mitra pembangunan nasional.

Basis Nasabah dan Layanan Digital Terus Tumbuh

Jumlah nasabah BSI kini mencapai 23,1 juta orang, naik lebih dari 2 juta dalam setahun. Pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi di segmen bank syariah nasional.

Perluasan layanan dilakukan melalui jaringan dan kanal digital:

  • Lebih dari 1.000 kantor cabang
  • Ribuan ATM dan CRM
  • 126 ribu BSI Agen
  • Ratusan ribu merchant QRIS
  • Mobile banking BYOND by BSI dengan jutaan pengguna

Transformasi digital menjadi fokus agar layanan bank syariah BUMN ini semakin cepat, aman, dan mudah diakses.

Program Sosial dan Pemberdayaan Berbasis Syariah

Selain fungsi komersial, BSI juga aktif menjalankan program sosial. Penyaluran zakat dan dana sosial digunakan untuk:

  • Beasiswa bagi lebih dari 10 ribu pelajar
  • Pembinaan ribuan UMKM
  • Pengembangan puluhan desa binaan
  • Bantuan kebencanaan dan kemanusiaan
  • Layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat

Model ini memperkuat identitas BSI sebagai lembaga keuangan syariah milik negara yang memiliki dampak sosial luas.

Kesimpulan

Status BSI jadi BUMN strategis terbukti diikuti pertumbuhan kinerja, perluasan layanan, dan kontribusi nyata pada program pemerintah. Dengan pembiayaan dobel digit, ekosistem emas, dukungan UMKM, serta transformasi digital, Bank Syariah Indonesia memperkokoh perannya sebagai penggerak utama ekonomi syariah nasional.

FAQ

Apa arti BSI jadi BUMN strategis?

Artinya Bank Syariah Indonesia berperan sebagai bank syariah milik negara yang menjadi pilar pengembangan ekonomi syariah nasional.

Apa dampak status BUMN bagi BSI?

Dampaknya adalah dukungan kebijakan, perluasan mandat pembangunan, dan keterlibatan langsung dalam program ekonomi pemerintah.

Berapa pembiayaan BSI terbaru?

Pembiayaan mencapai Rp318,84 triliun dengan pertumbuhan lebih dari 14 persen tahunan.

Apa itu bullion bank BSI?

Bullion bank adalah izin bank emas yang memungkinkan BSI menjalankan layanan emas terintegrasi.

Siapa target utama pembiayaan BSI?

Target utama mencakup UMKM, mikro, ritel, ASN, BUMN, serta sektor pendidikan dan kesehatan.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan