Apa Itu Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga? Ini Penjelasannya
Unras.com, Jakarta – Dalam dunia pasar modal, istilah saham lapis satu, lapis dua, dan lapis tiga kerap muncul dalam diskusi investor, terutama pemula. Pengelompokan saham ini menjadi acuan penting untuk memahami tingkat risiko, likuiditas, hingga potensi keuntungan sebelum mengambil keputusan investasi.
Banyak investor baru masih bingung membedakan saham blue chip dengan saham second liner atau bahkan saham spekulatif. Padahal, memahami klasifikasi saham berdasarkan lapisan ini bisa membantu menyusun strategi investasi yang lebih terukur dan sesuai dengan tujuan keuangan.
Melalui artikel ini, Unras.com akan mengulas secara lengkap apa itu saham lapis satu, dua, dan tiga, termasuk karakteristik, contoh, serta siapa saja yang cocok berinvestasi di masing-masing kategori saham tersebut.
Memahami Konsep Pengelompokan Saham
Dalam praktik pasar modal, saham tidak hanya dibedakan berdasarkan sektor atau harga, tetapi juga berdasarkan kualitas perusahaan, kapitalisasi pasar, serta likuiditas transaksi. Dari sinilah muncul istilah saham lapis satu, lapis dua, dan lapis tiga.
Pengelompokan ini bertujuan membantu investor menilai tingkat risiko dan stabilitas suatu saham. Saham dengan kinerja solid dan transaksi tinggi biasanya masuk kategori lapis satu, sementara saham dengan volatilitas tinggi dan likuiditas rendah cenderung masuk lapis tiga.
Dengan memahami klasifikasi saham ini, investor dapat menyesuaikan pilihan portofolio sesuai profil risiko, apakah konservatif, moderat, atau agresif.
Saham Lapis Satu: Pilihan Favorit Investor Institusi
Karakteristik Saham Lapis Satu
Saham lapis satu, yang sering disebut saham blue chip, berasal dari perusahaan besar dengan fundamental kuat, kinerja keuangan stabil, serta reputasi baik di pasar. Emiten dalam kategori ini biasanya memiliki kapitalisasi pasar besar dan menjadi pemimpin di sektornya.
Ciri utama saham lapis satu antara lain:
-
Likuiditas tinggi dengan volume transaksi besar
-
Harga relatif stabil dibanding saham lainnya
-
Laporan keuangan sehat dan konsisten
-
Pembagian dividen rutin
-
Manajemen perusahaan profesional
Di Indonesia, contoh saham lapis satu antara lain BBRI, BBCA, TLKM, dan UNVR yang selama ini menjadi andalan investor institusi maupun ritel.
Siapa yang Cocok Memilih Saham Ini?
Saham lapis satu cocok untuk investor jangka panjang yang mengutamakan keamanan dan kestabilan. Investor konservatif, dana pensiun, hingga manajer investasi kerap menjadikan saham blue chip sebagai tulang punggung portofolio mereka.
Saham Lapis Dua: Si Potensial dengan Pertumbuhan Menarik
Apa Itu Saham Lapis Dua?
Saham lapis dua atau second liner berasal dari perusahaan berkapitalisasi menengah dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Meski belum sebesar saham unggulan, kinerja perusahaan lapis dua umumnya cukup solid dan berkembang pesat.
Ciri-ciri saham lapis dua meliputi:
-
Volume transaksi sedang hingga tinggi
-
Pergerakan harga lebih dinamis
-
Fundamental cukup baik meski belum sekuat blue chip
-
Potensi kenaikan harga saham lebih besar dalam jangka menengah
Beberapa contoh saham lapis dua di Indonesia antara lain ADRO, INKP, dan AKRA.
Keunggulan dan Risiko Saham Lapis Dua
Saham lapis dua sering dipilih investor yang mengincar pertumbuhan (growth investing). Potensi cuan lebih besar dibanding saham lapis satu, tetapi risikonya juga lebih tinggi. Meski demikian, saham ini masih relatif lebih stabil dibanding saham lapis tiga.
Saham Lapis Tiga: Risiko Tinggi, Potensi Untung Besar
Mengenal Saham Lapis Tiga
Saham lapis tiga biasanya berasal dari perusahaan kecil atau baru berkembang dengan kapitalisasi pasar rendah. Saham ini sering disebut saham spekulatif atau saham gorengan karena harganya mudah bergerak ekstrem dalam waktu singkat.
Karakteristik saham lapis tiga antara lain:
-
Likuiditas rendah
-
Volatilitas harga sangat tinggi
-
Fundamental perusahaan kurang stabil
-
Rentan terhadap rumor dan spekulasi
-
Jarang membagikan dividen
Saham-saham ini umumnya kurang dikenal publik dan memiliki riwayat keuangan yang belum konsisten.
Apakah Saham Lapis Tiga Layak Dipilih?
Bagi trader agresif yang piawai membaca momentum pasar, saham lapis tiga bisa memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, tanpa manajemen risiko yang ketat, potensi kerugian juga sangat besar. Karena itu, saham jenis ini kurang cocok untuk investor pemula atau jangka panjang.
Perbedaan Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga
Secara umum, perbedaan mendasar ketiga lapisan saham ini dapat dilihat dari aspek kapitalisasi pasar, stabilitas, risiko, dan potensi keuntungan. Saham lapis satu unggul dalam stabilitas, saham lapis dua menawarkan pertumbuhan, sementara saham lapis tiga bersifat spekulatif dengan risiko tinggi.
Investor disarankan tidak hanya fokus pada potensi cuan, tetapi juga mempertimbangkan likuiditas dan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan beli atau jual saham.
Peran Likuiditas dalam Menentukan Lapis Saham
Selain kapitalisasi pasar dan kinerja keuangan, likuiditas menjadi faktor penting dalam menentukan lapisan saham. Saham dengan transaksi harian tinggi lebih mudah diperjualbelikan kapan saja, sehingga risikonya lebih rendah.
Sebaliknya, saham dengan likuiditas rendah berisiko sulit dijual saat pasar bergejolak. Kondisi ini sering terjadi pada saham lapis tiga, yang membuat investor harus ekstra hati-hati.
Kesimpulan
Memahami saham lapis satu, dua, dan tiga merupakan langkah penting bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia investasi saham. Saham lapis satu menawarkan stabilitas dan keamanan, saham lapis dua memberikan peluang pertumbuhan, sementara saham lapis tiga menyimpan potensi keuntungan besar dengan risiko tinggi.
Dengan mengenali karakteristik masing-masing kategori saham, investor dapat menyusun strategi investasi yang lebih seimbang dan sesuai profil risiko. Pada akhirnya, kunci sukses berinvestasi bukan sekadar mengejar keuntungan cepat, tetapi membangun portofolio yang sehat dan berkelanjutan.
FAQ
1. Apa itu saham lapis satu?
Saham lapis satu adalah saham perusahaan besar dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan kinerja stabil, sering disebut saham blue chip.
2. Apa perbedaan saham lapis dua dan lapis tiga?
Saham lapis dua memiliki fundamental cukup baik dan potensi pertumbuhan, sementara saham lapis tiga cenderung spekulatif dengan risiko dan volatilitas lebih tinggi.
3. Saham lapis mana yang cocok untuk pemula?
Investor pemula disarankan memilih saham lapis satu karena lebih stabil dan relatif aman dibanding lapisan lainnya.
4. Apakah saham lapis tiga selalu merugikan?
Tidak selalu, tetapi risikonya tinggi. Dengan analisis tepat dan strategi yang matang, saham lapis tiga tetap bisa memberikan keuntungan.
5. Mengapa likuiditas penting dalam memilih saham?
Likuiditas menentukan kemudahan jual beli saham di pasar. Semakin likuid suatu saham, semakin kecil risiko kesulitan menjual saat dibutuhkan.
