UNRAS.COMBerita Terkini • Aktual • Terpercaya
POSTINGAN POPULER

BSI Target KBMI IV, Siap Jadi BUMN Bank Syariah Kelas Dunia

Ditulis oleh Jaya PurnamaDipublikasikan 3 Februari 2026
BSI target KBMI IV usai resmi jadi BUMN. Bank Syariah Indonesia menyiapkan modal inti Rp70 triliun demi bersaing global.

Unras.com - Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI menegaskan ambisinya untuk naik kelas ke kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV setelah resmi berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Langkah strategis ini dinilai penting agar BSI memiliki kekuatan modal yang seimbang dengan bank-bank pelat merah lainnya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air.

Dengan target modal inti di atas Rp70 triliun, BSI ingin memperluas peran dalam mendukung perekonomian nasional serta meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global.

BSI Target KBMI IV Usai Resmi Menjadi BUMN

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa setelah resmi menjadi persero, perusahaan memasuki fase baru untuk memperkuat struktur permodalan. Target masuk KBMI IV menjadi prioritas utama dalam strategi jangka menengah.

“Setelah naik kelas menjadi BUMN, berikutnya kita harus masuk KBMI 4. Maka kita punya otot yang sama dengan bank-bank senior,” ujar Anggoro dalam pidato Milad ke-5 BSI di BSI Tower, Senin (2/2/2026).

Masuknya BSI ke kelompok bank bermodal inti terbesar diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pembiayaan, ekspansi bisnis, serta layanan keuangan syariah yang lebih luas.

Selain itu, status sebagai bank BUMN juga membuka peluang sinergi yang lebih besar dengan perbankan Himbara dan lembaga keuangan negara lainnya.

Strategi Penguatan Modal Menuju KBMI IV

Untuk mencapai status KBMI IV, BSI telah menyusun berbagai langkah strategis yang akan dijalankan secara bertahap. Persiapan ini mulai dilakukan sejak tahun 2026 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Anggoro menjelaskan bahwa rencana ini bersifat mid-term atau jangka menengah, bukan target jangka pendek. Artinya, perusahaan akan fokus pada penguatan fundamental terlebih dahulu.

Beberapa strategi yang disiapkan BSI antara lain:

  • Peningkatan laba berkelanjutan
  • Optimalisasi pembiayaan sektor produktif
  • Penguatan manajemen risiko
  • Ekspansi layanan digital syariah
  • Optimalisasi sinergi BUMN

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan aset dan modal inti secara stabil.

Target Masuk Top 5 Global Islamic Bank 2030

Tidak hanya membidik KBMI IV, BSI juga memasang target ambisius untuk masuk dalam lima besar bank syariah dunia pada 2030 mendatang.

Target ini sejalan dengan visi BSI sebagai pemain utama dalam industri keuangan syariah global. Dengan basis nasabah yang besar dan dukungan negara, peluang tersebut dinilai cukup realistis.

Untuk mewujudkannya, BSI terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi produk, serta kerja sama internasional dengan lembaga keuangan syariah global.

Penguatan reputasi di tingkat internasional juga menjadi kunci agar Bank Syariah Indonesia mampu bersaing dengan bank-bank Islam besar dari Timur Tengah dan Asia.

BSI Perkuat Posisi sebagai Bank Emas Nasional

Pada usia lima tahun, BSI memposisikan diri sebagai bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia. Status ini menjadi nilai tambah dalam diversifikasi bisnis perusahaan.

Sebagai bank syariah sekaligus bank emas, BSI memiliki dua mesin pertumbuhan utama, yakni:

  • Layanan perbankan syariah
  • Bisnis bullion dan logam mulia

“Kami ingin memastikan bisnis di Indonesia punya dua engine, agar masyarakat bisa merasakan layanan bank syariah secara lengkap,” tutur Anggoro.

Keberadaan layanan bullion bank juga mendukung penguatan ekosistem keuangan syariah, khususnya dalam pengelolaan aset berbasis emas.

Perjalanan Resmi BSI Menjadi Persero

BSI resmi menyandang status persero pada 23 Januari 2026, setelah mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar dalam RUPSLB pada 22 Desember 2025.

Dengan nama resmi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., BSI kini sejajar dengan bank-bank Himbara lainnya dalam struktur BUMN.

Perubahan status ini memperkuat legitimasi BSI sebagai bank milik negara yang fokus pada prinsip syariah, inklusi keuangan, dan pembangunan ekonomi umat.

Status baru tersebut juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan target KBMI IV dan ekspansi global.

Kesimpulan

Resmi menjadi BUMN, BSI semakin mantap menargetkan masuk KBMI IV dengan modal inti di atas Rp70 triliun. Melalui penguatan modal, pengembangan bisnis bullion bank, dan ekspansi global, Bank Syariah Indonesia berupaya naik kelas sebagai bank syariah berdaya saing tinggi. Strategi jangka menengah ini menjadi langkah penting menuju posisi top 5 global Islamic bank pada 2030.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu KBMI IV?
KBMI IV adalah kelompok bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun, yang memiliki kapasitas bisnis dan ekspansi terbesar.

2. Mengapa BSI menargetkan KBMI IV?
Agar memiliki kekuatan modal setara dengan bank besar lainnya dan mampu bersaing di tingkat global.

3. Kapan BSI mulai persiapan menuju KBMI IV?
Persiapan dimulai sejak 2026 dan akan berlangsung dalam jangka menengah.

4. Apa keunggulan BSI sebagai bank emas?
BSI menjadi bullion bank pertama di Indonesia, sehingga dapat mengelola bisnis emas berbasis syariah.

5. Apa target jangka panjang BSI?
Masuk lima besar bank syariah dunia pada tahun 2030 dan memperkuat peran dalam ekonomi nasional.

Strategi Investasi Saat IHSG Turun, Investor Jangan Panik

Ditulis oleh Dwi PrakosoDipublikasikan 3 Februari 2026

 Unras.com, JakartaStrategi investasi saat IHSG turun kembali menjadi sorotan seiring melemahnya pasar saham dalam beberapa hari terakhir. Koreksi indeks membuat investor ritel dihadapkan pada dilema antara bertahan, menjual, atau justru menambah posisi.


Penurunan IHSG kerap memicu kepanikan, terutama di kalangan investor pemula yang belum terbiasa menghadapi fluktuasi tajam. Tidak sedikit yang buru-buru melepas saham karena takut kerugian semakin besar, padahal keputusan emosional justru berpotensi memperburuk hasil investasi.

Di sisi lain, sebagian investor berpengalaman melihat koreksi pasar sebagai momentum untuk masuk ke saham-saham berkualitas dengan harga lebih murah. Dalam sejarah pasar modal, fase penurunan sering menjadi bagian dari siklus sehat sebelum pasar kembali menguat.

Menurut sejumlah analis pasar, koreksi IHSG dalam kisaran 10–15 persen dari puncaknya masih tergolong wajar dan mencerminkan proses penyesuaian valuasi. Kondisi ini menuntut investor memiliki strategi investasi saat IHSG turun yang disiplin, terukur, dan berbasis data.

Memahami Koreksi Pasar dan Penyebab IHSG Turun

Koreksi pasar terjadi ketika indeks saham melemah setelah periode kenaikan yang cukup panjang. Dalam konteks Indonesia, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan global.

Beberapa penyebab utama IHSG turun antara lain kenaikan suku bunga acuan yang membuat investor beralih ke instrumen berisiko rendah, perlambatan ekonomi global yang menekan ekspor, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan beban biaya emiten. Selain itu, aksi ambil untung oleh investor institusi juga kerap memicu tekanan jual jangka pendek.

Namun, koreksi pasar bukan berarti krisis. Justru dalam banyak kasus, penurunan harga saham membuka peluang akumulasi bagi investor jangka panjang yang berfokus pada fundamental perusahaan.

Strategi Investasi Saat IHSG Turun yang Perlu Diterapkan

Fokus pada Saham Berfundamental Kuat

Saat pasar terkoreksi, hampir semua saham ikut turun, termasuk emiten berkualitas tinggi. Investor disarankan memprioritaskan saham dengan laba stabil, arus kas sehat, serta prospek bisnis jangka panjang yang jelas. Sektor perbankan besar, consumer goods, dan telekomunikasi sering menjadi pilihan karena daya tahannya relatif kuat.

Terapkan Averaging Down Secara Terukur

Averaging down, atau membeli saham tambahan di harga lebih rendah, dapat menurunkan harga rata-rata pembelian. Namun, strategi ini harus dilakukan bertahap dan hanya pada saham yang fundamentalnya tetap solid. Hindari menambah posisi pada saham yang mengalami penurunan akibat masalah bisnis serius.

Gunakan Pendekatan Defensif

Dalam kondisi pasar melemah, sektor defensif seperti kebutuhan pokok, kesehatan, dan utilitas cenderung lebih stabil. Selain saham, investor juga bisa menempatkan sebagian dana pada reksa dana pasar uang atau obligasi jangka pendek untuk menjaga likuiditas dan mengurangi volatilitas portofolio.

Jaga Emosi dan Hindari Keputusan Impulsif

Fluktuasi pasar yang tajam sering memicu ketakutan dan kepanikan. Investor disarankan tetap berpegang pada rencana investasi awal dan tidak bereaksi berlebihan terhadap berita negatif jangka pendek. Mencatat alasan membeli saham dan target investasi dapat membantu menjaga disiplin.

Pantau Indikator Makro dan Momentum Pasar

Memperhatikan inflasi, suku bunga, serta arus dana asing dapat memberikan gambaran arah pasar ke depan. Dari sisi teknikal, indikator seperti moving average dan RSI bisa membantu mengidentifikasi potensi pembalikan tren, sehingga investor dapat masuk secara bertahap saat tekanan jual mulai mereda.

Tips Menjaga Emosi Saat Pasar Bergejolak

Volatilitas tinggi tidak hanya menguji strategi, tetapi juga mental investor. Berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan:

  • Batasi konsumsi berita negatif agar tidak memicu stres berlebihan.

  • Patuhi rencana investasi yang sudah disusun sejak awal.

  • Siapkan dana cadangan dalam instrumen likuid untuk memanfaatkan peluang saat harga turun.

  • Fokus pada tujuan jangka panjang, bukan fluktuasi harian.

Investor yang mampu tetap rasional saat pasar bergejolak cenderung meraih hasil lebih baik dibanding mereka yang keluar masuk pasar secara impulsif.

Insight untuk Investor Ritel di Tengah Koreksi IHSG

Bagi investor ritel, periode koreksi merupakan waktu tepat untuk mengevaluasi portofolio dan memperbaiki alokasi aset. Saham-saham berkualitas yang sebelumnya mahal kini bisa dibeli dengan valuasi lebih menarik.

Selain itu, momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi keuangan, mempelajari sektor baru, serta memperkuat strategi manajemen risiko. Dengan pendekatan yang tepat, IHSG turun justru bisa menjadi peluang untuk memperkuat fondasi investasi jangka panjang.

Kesimpulan

Koreksi pasar adalah bagian alami dari siklus investasi. Strategi investasi saat IHSG turun menuntut investor tetap tenang, disiplin, dan fokus pada kualitas aset. Dengan memilih saham berfundamental kuat, mengelola risiko secara bijak, serta menjaga emosi, investor dapat mengubah volatilitas menjadi peluang.

Pasar yang melemah hari ini bisa menjadi pijakan bagi pertumbuhan di masa depan, asalkan keputusan diambil berdasarkan analisis, bukan kepanikan.

FAQ

Apa yang dimaksud koreksi pasar saham?
Koreksi pasar adalah penurunan indeks saham sekitar 10–15 persen dari puncaknya setelah periode kenaikan.

Apakah sebaiknya menjual saham saat IHSG turun?
Tidak selalu. Keputusan menjual sebaiknya didasarkan pada kondisi fundamental perusahaan, bukan semata-mata pergerakan harga jangka pendek.

Saham apa yang cocok dibeli saat pasar melemah?
Saham dengan fundamental kuat, laba stabil, dan prospek jangka panjang yang baik biasanya lebih aman untuk akumulasi.

Bagaimana cara mengurangi risiko saat pasar volatil?
Diversifikasi aset, gunakan sektor defensif, dan siapkan dana likuid untuk menjaga stabilitas portofolio.

Apakah investor pemula boleh membeli saham saat IHSG turun?
Boleh, asalkan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berdasarkan analisis yang matang.

Face Recognition Lindungi Data Identitas Pelanggan

Ditulis oleh zaydinDipublikasikan 2 Februari 2026

Teknologi face recognition dimanfaatkan Komdigi untuk melindungi data identitas pelanggan seluler lewat KYC, verifikasi biometrik, dan enkripsi berlapis.

Face Recognition Lindungi Data Identitas Pelanggan

Unras.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanfaatkan face recognition untuk melindungi data identitas pelanggan seluler. Teknologi pengenalan wajah ini menjadi kunci dalam proses registrasi kartu perdana agar identitas pengguna tervalidasi dengan akurat dan aman.

Langkah tersebut diterapkan seiring kewajiban penyelenggara seluler menjalankan prinsip Know Your Customer (KYC). Dengan KYC berbasis biometrik, aktivasi layanan tidak lagi bergantung pada data teks semata, melainkan diverifikasi melalui kecocokan wajah, NIK, dan basis data kependudukan.

Komdigi menilai kebijakan ini penting untuk menekan kejahatan siber dan memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan digital nasional. Di tengah meningkatnya penyalahgunaan identitas, pengamanan berbasis biometrik menjadi lapisan proteksi yang relevan dan terukur.

Face Recognition sebagai Gerbang Keamanan Registrasi

Teknologi pengenalan wajah bekerja dengan mencocokkan data biometrik calon pelanggan ke basis data Dukcapil. Data dikirim dalam format terenkripsi Base64—bukan sekadar foto mentah—dengan ambang kecocokan minimal 95 persen. Proses ini dipadukan dengan NIK sehingga verifikasi identitas menjadi lebih presisi.

Dari sisi keamanan, skema ini memenuhi standar ISO 27001 baik di tingkat operator seluler maupun Dukcapil. Koneksi dedicated yang aman, dua lapis firewall antara operator dan Dukcapil, enkripsi end-to-end (E2EE), serta pembatasan akses berbasis peran memastikan data pribadi terlindungi dari akses tidak sah.

Dalam praktiknya, verifikasi bisa rampung kurang dari lima menit. Artinya, pelanggan mendapatkan kemudahan tanpa mengorbankan aspek perlindungan data. Kecepatan ini juga membantu operator menekan antrean aktivasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Akurasi, Kecepatan, dan Perlindungan Privasi

Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) Komdigi melihat pemanfaatan biometrik sebagai solusi untuk memastikan identitas digunakan oleh pemilik yang sah. Dengan kecerdasan artifisial yang mendukung pengenalan wajah, potensi pemalsuan identitas dapat ditekan sejak pintu masuk layanan telekomunikasi.

Namun, Komdigi menegaskan penerapan teknologi ini harus sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan etika. Perlindungan privasi menjadi prasyarat utama, termasuk tata kelola data yang jelas, audit keamanan berkala, serta mekanisme pencegahan dan penanganan fraud.

Pendekatan ini juga mendukung agenda transformasi digital yang bertanggung jawab. Bagi publik, kehadiran verifikasi biometrik diharapkan menumbuhkan rasa aman saat mengakses layanan digital, dari komunikasi hingga layanan publik berbasis daring.

Payung Hukum dan Tanggung Jawab Penyelenggara

Penggunaan face recognition dalam registrasi pelanggan seluler mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler. Aturan ini menegaskan kewajiban operator menjaga keamanan data pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Penyelenggara seluler juga diwajibkan menyediakan sistem pencegahan serta penanganan penyalahgunaan teknologi biometrik. Dengan kata lain, pengamanan tidak berhenti di tahap verifikasi awal, tetapi berlanjut pada pengelolaan data, pemantauan risiko, dan respons insiden.

Kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah, operator, dan lembaga terkait—menjadi kunci agar penerapan pengenalan wajah berjalan transparan dan akuntabel. Edukasi publik tentang pentingnya menjaga data pribadi pun terus didorong agar ekosistem digital semakin sehat.

Dampak bagi Kepercayaan Layanan Digital

Dengan face recognition sebagai gerbang utama aktivasi, layanan seluler diharapkan lebih terlindungi dari penyalahgunaan. Kepercayaan (trust) menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi digital, sekaligus memperkuat layanan publik yang aman dan nyaman.

Bagi masyarakat, manfaatnya terasa pada proses yang cepat, akurat, dan minim risiko kebocoran identitas. Bagi negara, kebijakan ini membantu menekan kejahatan siber dan meningkatkan kualitas tata kelola data kependudukan di ruang digital.

Kesimpulan
Pemanfaatan face recognition untuk registrasi pelanggan seluler adalah langkah strategis Komdigi dalam melindungi data identitas. Dengan standar keamanan berlapis, payung hukum yang jelas, dan kolaborasi lintas sektor, teknologi pengenalan wajah dapat meningkatkan akurasi verifikasi, mempercepat layanan, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap ekosistem digital nasional.

FAQ

Apa itu face recognition?
Face recognition adalah teknologi biometrik pengenalan wajah yang mencocokkan data wajah seseorang dengan basis data resmi untuk memastikan identitasnya valid.

Mengapa digunakan dalam registrasi kartu seluler?
Untuk meningkatkan keamanan, mencegah penyalahgunaan identitas, dan memastikan prinsip KYC berjalan dengan akurat.

Apakah data pribadi aman?
Ya. Sistem menggunakan enkripsi end-to-end, firewall berlapis, standar ISO 27001, serta pembatasan akses berbasis peran.

Berapa lama proses verifikasi?
Umumnya kurang dari lima menit hingga kartu perdana aktif.

Apa dasar hukumnya?
Penerapan ini mengacu pada Permen Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler.

Waspada Skimming ATM, Ini Cara Aman Lindungi Rekening Anda

Ditulis oleh Jaya PurnamaDipublikasikan 2 Februari 2026
Waspada skimming ATM yang mengancam rekening nasabah. Simak cara mengenali mesin ATM berbahaya dan tips aman bertransaksi.

Unras.com – Jakarta - Kasus skimming ATM kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya laporan pencurian data kartu dan rekening nasabah di berbagai daerah.

Penipuan di industri perbankan masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Salah satu modus yang paling sering terjadi adalah skimming ATM, yaitu pencurian data kartu melalui alat khusus yang dipasang di mesin ATM.

Melalui modus ini, pelaku dapat menggandakan kartu dan menguras saldo korban tanpa disadari. Oleh karena itu, kewaspadaan saat bertransaksi di mesin ATM menjadi hal yang sangat penting.

Sejumlah pakar keamanan siber mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Dengan mengenali ciri-ciri mesin ATM yang telah dimodifikasi, risiko penipuan dapat diminimalkan sejak dini.

Maraknya Kasus Skimming ATM di Indonesia

Skimming ATM merupakan kejahatan perbankan yang dilakukan dengan cara menyalin data kartu nasabah melalui alat ilegal. Alat tersebut biasanya dipasang di bagian slot kartu atau di sekitar papan tombol.

Menurut pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, pelaku menggunakan perangkat bernama scammer yang menyerupai mulut slot ATM. Saat kartu dimasukkan, data akan otomatis direkam.

Selain itu, pelaku juga sering memasang kamera kecil di bagian atas mesin untuk merekam PIN nasabah. Dengan kombinasi data kartu dan PIN, pelaku dapat membuat kartu duplikat.

Kejahatan skimming ini kerap terjadi di lokasi sepi, seperti SPBU, sudut pusat perbelanjaan, atau ATM yang jarang diawasi petugas.

Tidak sedikit korban yang baru menyadari setelah saldo mereka terkuras. Inilah yang membuat skimming ATM menjadi salah satu bentuk penipuan perbankan paling merugikan.

Cara Mengenali Mesin ATM yang Terpasang Alat Skimming

Sebelum melakukan transaksi, masyarakat diimbau untuk melakukan pengecekan sederhana terhadap mesin ATM. Langkah ini dapat membantu menghindari pencurian data kartu.

Berikut ciri-ciri mesin ATM yang patut dicurigai:

  • Slot kartu terlihat lebih tebal atau tidak biasa
  • Terdapat benda tambahan di mulut mesin ATM
  • Papan tombol terasa longgar atau tertutup aksesori asing
  • Ada kamera kecil di bagian atas penutup PIN
  • Mesin berada di lokasi yang sepi dan minim pengawasan

Biasakan untuk meraba bagian slot kartu dan penutup tombol sebelum memasukkan PIN. Jika terasa aneh atau longgar, sebaiknya batalkan transaksi.

Selain itu, hindari menggunakan ATM yang tampak rusak, kotor, atau tidak terawat karena berpotensi telah dimodifikasi pelaku kejahatan.

Tips Aman Bertransaksi untuk Menghindari Skimming ATM

Agar terhindar dari penipuan ATM dan pencurian data rekening, masyarakat dapat menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut:

  • Gunakan ATM di lokasi ramai dan diawasi CCTV
  • Tutupi tangan saat memasukkan PIN
  • Periksa kondisi mesin sebelum transaksi
  • Aktifkan notifikasi transaksi melalui SMS atau aplikasi
  • Rutin ganti PIN secara berkala
  • Hindari bantuan dari orang tidak dikenal

Teguh juga menyarankan agar nasabah memanfaatkan fitur transaksi tanpa kartu atau cardless transaction yang kini tersedia di banyak bank.

Dengan layanan ini, transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi mobile banking tanpa memasukkan kartu fisik, sehingga risiko skimming dapat ditekan.

Pentingnya Memisahkan Rekening Utama dan Rekening Transaksi

Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga disarankan untuk memisahkan rekening utama dan rekening transaksi harian.

Rekening utama sebaiknya digunakan untuk menyimpan dana dalam jumlah besar, sementara rekening kedua dipakai khusus untuk pembayaran dan tarik tunai.

Langkah ini bertujuan untuk membatasi kerugian apabila terjadi pembobolan saldo. Jika rekening transaksi terkena skimming, dana utama tetap aman.

Strategi ini semakin relevan di tengah meningkatnya kejahatan digital dan penipuan perbankan berbasis teknologi.

Peran Bank dalam Mencegah Skimming ATM

Perbankan nasional juga terus melakukan upaya pencegahan terhadap skimming ATM. Salah satunya melalui penggunaan teknologi chip dan pengamanan sistem.

Bank rutin melakukan pemeriksaan mesin ATM serta memperbarui sistem keamanan. Selain itu, edukasi kepada nasabah juga terus digencarkan.

Nasabah diimbau segera melapor jika menemukan kejanggalan pada mesin ATM atau mengalami transaksi mencurigakan.

Kolaborasi antara bank dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kejahatan skimming.

Kesimpulan

Skimming ATM masih menjadi ancaman nyata bagi keamanan rekening nasabah. Modus pencurian data kartu ini dapat terjadi kapan saja, terutama di lokasi sepi dan minim pengawasan.

Dengan mengenali ciri-ciri mesin ATM berbahaya, menerapkan kebiasaan aman bertransaksi, serta memanfaatkan layanan digital, masyarakat dapat mengurangi risiko menjadi korban.

Kewaspadaan, literasi digital, dan kerja sama dengan pihak bank menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dana pribadi.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu skimming ATM?
Skimming ATM adalah tindakan pencurian data kartu dan PIN melalui alat khusus yang dipasang di mesin ATM.

2. Bagaimana cara mengetahui ATM terkena skimming?
Periksa slot kartu, papan tombol, dan bagian atas mesin. Jika terlihat tidak normal atau longgar, sebaiknya hindari.

3. Apakah transaksi cardless lebih aman?
Ya, transaksi tanpa kartu lebih aman karena tidak melibatkan kartu fisik yang bisa disalin datanya.

4. Apa yang harus dilakukan jika saldo berkurang tanpa sebab?
Segera hubungi pihak bank, blokir kartu, dan laporkan kejadian tersebut untuk penanganan lebih lanjut.

5. Apakah mengganti PIN secara rutin penting?
Sangat penting. Mengganti PIN secara berkala dapat mengurangi risiko penyalahgunaan data kartu.

Huawei Mate X7, Saat Teknologi Lipat Kian Matang!

Ditulis oleh Hey IndDipublikasikan 2 Februari 2026


Huawei Mate X7, Saat Teknologi Lipat Kian Matang

Huawei Mate X7 menandai kematangan teknologi ponsel lipat dengan desain inovatif, performa stabil, dan pengalaman premium.

Unras.com | Shenzhen – Huawei Mate X7 resmi diperkenalkan sebagai generasi terbaru ponsel lipat Huawei yang menegaskan bahwa teknologi layar fleksibel kini telah memasuki fase kematangan. Kehadiran perangkat ini menjadi penanda penting bagi industri smartphone global yang terus berlomba menghadirkan inovasi berkelanjutan.


Huawei Mate X7 hadir dengan pendekatan yang lebih dewasa dibandingkan pendahulunya. Tidak lagi sekadar memamerkan teknologi lipat, perangkat ini fokus pada penyempurnaan desain, daya tahan, serta pengalaman pengguna yang lebih stabil dalam penggunaan sehari-hari.

Peluncuran Huawei Mate X7 juga memperkuat posisi Huawei sebagai salah satu pionir ponsel layar lipat. Di tengah persaingan ketat dengan berbagai merek global, Huawei menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan smartphone lipat yang fungsional dan relevan.

Evolusi Huawei Mate X7 dalam Industri Ponsel Lipat

Huawei Mate X7 merupakan hasil dari proses panjang riset dan pengembangan teknologi lipat. Jika pada generasi awal ponsel lipat masih ditemui berbagai keterbatasan, kini Huawei membawa solusi yang lebih matang dan siap digunakan secara luas.

Teknologi engsel pada Huawei Mate X7 diklaim lebih kuat dan tahan lama. Mekanisme lipatan dibuat semakin halus, meminimalkan bekas lipatan pada layar, serta meningkatkan kenyamanan saat perangkat dibuka dan ditutup.

Langkah ini menunjukkan bahwa ponsel lipat tidak lagi sekadar konsep futuristik, melainkan telah berkembang menjadi perangkat yang siap menjadi ponsel utama pengguna.

Desain Premium dengan Layar Fleksibel yang Stabil

Dari sisi desain, Huawei Mate X7 tampil elegan dengan material premium yang menegaskan segmen kelas atas. Layar fleksibel berukuran besar memungkinkan pengalaman visual yang imersif, baik saat digunakan sebagai ponsel maupun tablet mini.

Saat dilipat, Huawei Mate X7 tetap nyaman digenggam dan mudah disimpan. Ketika dibuka, layar luasnya memberikan ruang ekstra untuk multitasking, membaca dokumen, hingga menikmati konten multimedia.

Pendekatan desain ini menegaskan bahwa ponsel layar lipat kini tidak lagi kompromi antara estetika dan fungsi.

Performa dan Pengalaman Pengguna yang Lebih Matang

Huawei Mate X7 dirancang untuk memberikan performa stabil dalam berbagai skenario penggunaan. Optimalisasi perangkat lunak menjadi salah satu kunci utama agar transisi antara mode lipat dan terbuka berjalan mulus.

Pengalaman multitasking ditingkatkan dengan dukungan antarmuka yang responsif. Pengguna dapat membuka beberapa aplikasi sekaligus tanpa hambatan berarti, menjadikan perangkat ini cocok untuk kebutuhan kerja maupun hiburan.

Kematangan teknologi pada Huawei Mate X7 terlihat dari minimnya gangguan saat penggunaan intensif, sebuah tantangan yang kerap ditemui pada ponsel lipat generasi awal.

Fokus pada Daya Tahan dan Keandalan

Salah satu kritik terhadap ponsel lipat sebelumnya adalah soal daya tahan. Huawei Mate X7 menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan signifikan pada ketahanan layar dan struktur bodi.

Huawei mengklaim perangkat ini telah melalui berbagai pengujian ketat untuk memastikan engsel dan layar fleksibel mampu bertahan dalam penggunaan jangka panjang. Hal ini menjadi faktor penting bagi konsumen yang menginginkan ponsel lipat sebagai perangkat utama, bukan sekadar pelengkap.

Keandalan inilah yang menandai bahwa teknologi lipat telah mencapai tahap yang lebih matang dan siap diadopsi secara luas.

Posisi Huawei Mate X7 di Pasar Global

Di pasar global, Huawei Mate X7 diposisikan sebagai ponsel lipat premium yang mengedepankan kualitas dan inovasi. Meski berada di segmen harga tinggi, perangkat ini menawarkan nilai yang sepadan dengan teknologi yang diusung.

Huawei Mate X7 juga menjadi simbol kebangkitan Huawei di tengah tantangan global. Dengan fokus pada inovasi perangkat keras dan pengalaman pengguna, Huawei terus berupaya mempertahankan relevansinya di industri smartphone.

Kehadiran Mate X7 memperkaya pilihan ponsel lipat bagi konsumen yang menginginkan teknologi canggih dengan pendekatan yang lebih matang.

Teknologi Lipat Menuju Arus Utama

Huawei Mate X7 menjadi bukti bahwa teknologi layar lipat perlahan bergerak menuju arus utama. Jika sebelumnya dianggap eksperimental, kini ponsel lipat mulai dipandang sebagai alternatif nyata bagi smartphone konvensional.

Peningkatan pada aspek desain, performa, dan daya tahan membuat ponsel lipat semakin masuk akal untuk penggunaan harian. Huawei Mate X7 hadir di momen yang tepat, saat pasar mulai siap menerima teknologi ini secara lebih luas.

Dengan kematangan yang ditawarkan, ponsel lipat bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari evolusi industri smartphone.

Kesimpulan

Huawei Mate X7 menegaskan bahwa teknologi ponsel lipat telah mencapai fase kematangan. Dengan desain premium, layar fleksibel yang stabil, serta performa andal, perangkat ini menjadi representasi evolusi smartphone masa kini.

Huawei tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga solusi atas berbagai tantangan ponsel lipat generasi awal. Huawei Mate X7 hadir sebagai perangkat yang siap digunakan secara nyata, bukan sekadar pamer teknologi.

Bagi konsumen yang mencari pengalaman berbeda dalam menggunakan smartphone, Huawei Mate X7 layak dipertimbangkan sebagai simbol kemajuan teknologi lipat modern.

FAQ Huawei Mate X7

Apa keunggulan utama Huawei Mate X7?
Huawei Mate X7 menawarkan teknologi layar lipat yang lebih matang, desain premium, dan pengalaman pengguna yang stabil.

Apakah Huawei Mate X7 cocok untuk penggunaan harian?
Ya, perangkat ini dirancang untuk penggunaan sehari-hari dengan fokus pada daya tahan dan kenyamanan.

Apa yang membedakan Huawei Mate X7 dari generasi sebelumnya?
Peningkatan pada engsel, layar fleksibel, dan optimalisasi sistem membuatnya lebih andal dan tahan lama.

Apakah Huawei Mate X7 masuk kategori ponsel premium?
Huawei Mate X7 diposisikan sebagai ponsel lipat kelas atas dengan teknologi terkini.

Mengapa Huawei Mate X7 disebut teknologi lipat yang matang?
Karena perangkat ini tidak hanya inovatif, tetapi juga stabil, fungsional, dan siap digunakan sebagai ponsel utama.


IHSG Turun 4 Persen Pagi Ini, Saham Konglo Tertekan

Ditulis oleh Dwi PrakosoDipublikasikan 2 Februari 2026

Unras.com, JakartaIHSG turun 4 persen pagi ini pada perdagangan Senin (2/2/2026), seiring berlanjutnya tekanan jual pada saham-saham konglomerat besar yang membebani pergerakan indeks. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali waspada terhadap stabilitas pasar modal Indonesia di tengah sentimen global yang belum kondusif.


Pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung diwarnai pelemahan tajam. Investor terlihat memilih mengurangi eksposur pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama emiten yang memiliki struktur kepemilikan terkonsentrasi dan free float relatif kecil.

Tekanan jual juga diperparah oleh kekhawatiran terhadap sentimen eksternal, terutama setelah pengelola indeks global MSCI memberikan peringatan terkait isu investabilitas pasar saham Indonesia. Kondisi tersebut membuat sebagian investor asing memilih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum kembali masuk ke pasar.

Di sisi lain, otoritas pasar modal dan regulator terus menyampaikan komitmen untuk merespons kekhawatiran investor, terutama terkait transparansi kepemilikan dan peningkatan likuiditas saham. Namun, pada awal pekan ini, respons tersebut belum cukup menahan laju koreksi indeks.

IHSG Anjlok ke Level 7.957

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, hingga pukul 09.26 WIB, IHSG terkoreksi 4,47 persen ke level 7.957,30. Nilai transaksi mencapai Rp8,79 triliun dengan volume perdagangan 14,93 miliar saham.

Dari sisi pergerakan saham, hanya 64 saham yang menguat, sementara 632 saham melemah dan 262 saham lainnya stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang merata di hampir seluruh sektor, terutama saham-saham big cap.

Pelemahan tajam ini memperpanjang tren koreksi yang sudah terjadi sejak pekan lalu, ketika IHSG sempat turun hingga 8 persen secara intraday dan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).

Saham Konglomerat Jadi Pemberat Utama

Sejumlah saham konglomerat raksasa tercatat memimpin daftar penurunan dan menjadi pemberat utama IHSG. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) milik Grup Bakrie-Salim memimpin pelemahan dengan penurunan 13,89 persen ke level Rp930 per saham.

Tekanan serupa dialami PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terafiliasi Grup Sinarmas. Saham DSSA anjlok 13,51 persen ke posisi Rp85.550 per saham.

Dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu, tekanan terlihat merata. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 12,73 persen, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 11,91 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 10 persen, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 7,04 persen.

Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) milik Grup Salim tercatat anjlok 11,18 persen. Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang terafiliasi kelompok Aguan-Salim juga melemah signifikan sebesar 9,41 persen.

Sentimen MSCI Masih Membayangi Pasar

Tekanan pasar muncul setelah MSCI menyatakan akan menunda perubahan indeks hingga regulator Indonesia menuntaskan isu kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi. Dalam penilaiannya, MSCI menyoroti persoalan fundamental dari sisi investabilitas atau kelayakan investasi pasar saham Indonesia, terutama terkait rendahnya porsi free float.

Rendahnya saham yang tersedia untuk diperdagangkan dinilai membatasi likuiditas dan meningkatkan volatilitas harga saham, sehingga membuat investor global lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di pasar domestik.

Situasi ini turut memicu kekhawatiran bahwa aliran dana asing ke pasar saham Indonesia berpotensi tertahan dalam jangka pendek, jika isu transparansi dan struktur kepemilikan belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Respons OJK dan Regulator Pasar Modal

Merespons sorotan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) menyiapkan sejumlah langkah strategis. Upaya tersebut meliputi penyampaian data kepemilikan saham emiten yang lebih rinci sesuai praktik internasional, hingga rencana penerbitan aturan free float minimum 15 persen bagi emiten baru maupun yang telah tercatat di bursa.

Selain itu, OJK juga melakukan sejumlah penyesuaian di jajaran pimpinan. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner Mirza Adityaswara, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi mundur dari jabatannya.

OJK kemudian menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner. Hasan Fawzi juga ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal. Penunjukan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Sabtu (31/1/2026), dan berlaku efektif pada hari yang sama.

Bursa Asia Lesu, Tekanan Global Berlanjut

Di kawasan regional, bursa saham Asia juga bergerak melemah mengikuti tekanan pada kontrak berjangka Wall Street. Sentimen negatif dipicu oleh gejolak harga perak global yang sempat jatuh hingga 5 persen, setelah sebelumnya terpuruk sekitar 30 persen.

Menurut Reuters, kejatuhan harga perak tersebut memaksa penutupan posisi berleverage yang sebelumnya terlalu ramai. Pasar juga menyoroti penghentian sementara perdagangan UBS SDIC silver futures fund di China sebagai salah satu pemicu tekanan lanjutan.

Harga minyak mentah ikut melemah hampir 3 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tengah berbicara serius dengan Washington. Pernyataan itu dinilai berpotensi meredakan risiko geopolitik, namun justru menekan sektor energi.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tercatat turun 0,7 persen. Bursa Korea Selatan melemah lebih dalam dengan indeks Kospi terkoreksi 2,51 persen, sementara Shanghai Composite turun 0,55 persen dan Hang Seng Hong Kong merosot 1,45 persen.

Kesimpulan

IHSG turun 4 persen pagi ini mencerminkan tekanan kuat di pasar saham Indonesia, terutama akibat aksi jual saham konglomerat dan sentimen negatif global. Sorotan MSCI terhadap isu investabilitas dan free float masih menjadi faktor utama yang membebani kepercayaan investor.

Meski regulator telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan, pasar masih membutuhkan waktu untuk melihat dampak nyata dari kebijakan tersebut. Dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih tinggi, seiring investor menunggu kepastian arah kebijakan dan stabilisasi pasar global.

FAQ

Apa penyebab utama IHSG turun 4 persen pagi ini?
Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan jual saham konglomerat dan sentimen negatif pasca peringatan MSCI terkait isu investabilitas pasar saham Indonesia.

Saham apa saja yang paling tertekan?
Beberapa saham yang mengalami penurunan tajam antara lain BRMS, DSSA, BRPT, CDIA, CUAN, BREN, AMMN, dan PANI.

Bagaimana respons regulator terhadap situasi ini?
OJK dan SRO menyiapkan langkah perbaikan, termasuk transparansi kepemilikan saham dan rencana aturan free float minimum 15 persen.

Apakah pelemahan IHSG dipengaruhi faktor global?
Ya, pelemahan bursa Asia, gejolak harga komoditas, serta sentimen dari pasar AS turut memperburuk kondisi pasar domestik.

Apa yang sebaiknya dilakukan investor saat IHSG melemah?
Investor disarankan tetap mencermati fundamental emiten, menjaga manajemen risiko, dan tidak terburu-buru mengambil keputusan di tengah volatilitas tinggi.

Poco F8 Series Meluncur di Indonesia 4 Februari 2026

Ditulis oleh Hey IndDipublikasikan 1 Februari 2026


Poco F8 Series Meluncur di Indonesia 4 Februari 2026

Deskripsi:
Poco F8 Series meluncur di Indonesia 4 Februari 2026 dengan konsep UltraPower Ascended, fokus performa ekstrem dan gaming flagship.

Unras.com | JakartaPoco F8 Series meluncur di Indonesia pada 4 Februari 2026 dengan membawa konsep UltraPower Ascended sebagai strategi baru untuk mendefinisikan smartphone flagship berperforma ekstrem.

Poco Indonesia secara resmi mengonfirmasi kehadiran Poco F8 Series di pasar nasional sebagai lini True Flagship terbaru. Seri ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang mengutamakan performa tinggi, stabilitas gaming, serta pengalaman multimedia yang lebih imersif.


Melalui Poco F8 Series, Poco menegaskan posisinya sebagai brand yang konsisten menghadirkan smartphone dengan spesifikasi agresif tanpa kompromi. Fokus utama perangkat ini mencakup peningkatan performa chipset, sistem pendinginan, kualitas layar, serta audio.

Peluncuran Poco F8 Series pada awal Februari 2026 diprediksi akan menjadi salah satu agenda penting di industri smartphone Indonesia, seiring meningkatnya tren smartphone gaming flagship di Tanah Air.

UltraPower Ascended Jadi Pendekatan Baru Poco

UltraPower Ascended diperkenalkan sebagai pendekatan menyeluruh dalam mengoptimalkan potensi perangkat keras dan perangkat lunak. Poco menyebut konsep ini sebagai evolusi tertinggi dari DNA performa lini F Series.

Pendekatan tersebut mencakup pemilihan chipset kelas atas, sistem pendinginan yang lebih efisien, manajemen daya yang optimal, hingga optimalisasi software untuk menjaga performa tetap stabil dalam penggunaan berat.

Menurut Poco, banyak smartphone memiliki spesifikasi tinggi, namun tidak dimaksimalkan sepenuhnya. Melalui UltraPower Ascended, Poco F8 Series diklaim mampu mengeluarkan potensi maksimal secara konsisten.

Poco F8 Ultra Usung Dual Chipset Generasi Terbaru

Poco F8 Ultra menjadi varian paling bertenaga di jajaran Poco F8 Series. Smartphone ini mengusung konfigurasi Dual Chipset yang memadukan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan VisionBoost D8.

Kombinasi tersebut memungkinkan peningkatan performa signifikan, terutama saat menjalankan game berat dengan pengaturan grafis tertinggi. Poco menegaskan bahwa frame rate stabil kini bukan lagi fitur tambahan, melainkan standar utama.

Untuk menopang performa tersebut, Poco F8 Ultra dibekali baterai berkapasitas 6.500mAh dengan dukungan 100W HyperCharge serta 50W Wireless HyperCharge, memungkinkan pengisian daya cepat dan fleksibel.

Poco F8 Pro Fokus Stabilitas dan Efisiensi

Selain varian Ultra, Poco F8 Pro hadir sebagai opsi flagship performa tinggi yang menitikberatkan pada kestabilan jangka panjang. Perangkat ini menggunakan Snapdragon 8 Elite yang dipadukan dengan teknologi WildBoost Optimization.

Teknologi tersebut dirancang untuk menjaga performa tetap konsisten selama sesi gaming intens tanpa mengalami penurunan kinerja. Poco F8 Pro juga dilengkapi baterai 6.210mAh serta LiquidCool Technology untuk menjaga suhu perangkat tetap terkendali.

Pendekatan ini menjadikan Poco F8 Pro sebagai pilihan ideal bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi dengan keseimbangan efisiensi daya.

Kolaborasi Audio BOSE Tingkatkan Pengalaman Gaming

Salah satu peningkatan penting pada Poco F8 Series adalah kolaborasi dengan BOSE Technology. Kerja sama ini menghadirkan sistem audio dengan tuning khusus untuk menghasilkan suara yang lebih jernih dan detail.

Dengan dukungan teknologi acoustic engineering dari BOSE, pengguna dapat merasakan detail audio yang lebih presisi, mulai dari suara langkah lawan hingga efek ledakan dalam game. Hal ini memberikan pengalaman bermain yang lebih imersif dan kompetitif.

Kolaborasi ini juga memperkuat posisi Poco F8 Series sebagai smartphone yang tidak hanya unggul di performa, tetapi juga di sektor multimedia.

Layar HyperRGB AMOLED Generasi Baru

Di sektor visual, Poco F8 Series mengandalkan panel Poco HyperRGB AMOLED dengan akurasi warna tinggi dan tingkat ketajaman maksimal. Teknologi sub-pixel terbaru membuat tampilan visual lebih detail dibandingkan panel OLED konvensional.

Menariknya, Poco F8 Series menjadi debut global panel layar M10 yang menawarkan peningkatan efisiensi cahaya hingga 11,4 persen. Dengan teknologi ini, layar mampu menampilkan tingkat kecerahan lebih tinggi tanpa meningkatkan konsumsi daya secara signifikan.

Poco F8 Series Siap Jadi Smartphone Gaming Flagship 2026

Dengan spesifikasi kelas atas, teknologi Dual Chipset, kolaborasi audio dengan BOSE, serta layar generasi terbaru, Poco F8 Series memperkuat posisinya sebagai salah satu smartphone gaming flagship paling ambisius di Indonesia pada 2026.

Peluncurannya pada 4 Februari 2026 diperkirakan akan menarik perhatian besar, khususnya dari pengguna yang menempatkan performa ekstrem, stabilitas, dan pengalaman gaming sebagai prioritas utama.

Kesimpulan

Poco F8 Series hadir sebagai representasi komitmen Poco dalam menghadirkan smartphone flagship berperforma tinggi tanpa kompromi. Melalui konsep UltraPower Ascended, Poco menawarkan kombinasi performa, stabilitas, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna modern di Indonesia.

FAQ

Kapan Poco F8 Series meluncur di Indonesia?
Poco F8 Series dijadwalkan meluncur di Indonesia pada 4 Februari 2026.

Apa keunggulan utama Poco F8 Series?
Keunggulannya meliputi performa ekstrem, sistem pendinginan optimal, layar generasi terbaru, dan audio hasil kolaborasi BOSE.

Apa perbedaan Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro?
Poco F8 Ultra mengusung Dual Chipset untuk performa maksimal, sementara Poco F8 Pro fokus pada stabilitas dan efisiensi jangka panjang.

Apakah Poco F8 Series cocok untuk gaming berat?
Ya, Poco F8 Series dirancang sebagai smartphone gaming flagship dengan performa stabil dan fitur kelas atas.