BYD Dipertimbangkan Masuk Delegasi Bisnis China ke AS

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

BYD Dipertimbangkan Masuk Delegasi Bisnis China ke AS

Unras.com - Jakarta, eksekutif BYD, produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka China, dipertimbangkan ikut dalam kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington, Amerika Serikat (AS). Informasi itu disampaikan dua sumber dan lima orang lain yang mengetahui rencana tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (18/9).

Washington dan Beijing masih memfinalkan kelompok pemimpin bisnis China yang akan mengikuti kunjungan tersebut. Kelompok itu berpotensi mencakup perusahaan yang sedang menghadapi pengawasan regulasi AS.

Undangan final diperkirakan dikirim dalam beberapa hari. Namun, anggota delegasi belum ditetapkan secara resmi. Departemen Luar Negeri AS juga diperkirakan menyetujui visa bagi para eksekutif yang ikut dalam rombongan.

Perusahaan yang Dipertimbangkan Masuk Delegasi

Selain BYD, sejumlah perusahaan lain juga disebut berpeluang mengikuti kunjungan Xi. Daftar tersebut mencakup Xiaomi, CATL, Gotion, Hisense, Wanxiang Group, Bank of China, dan COFCO Group.

Xiaomi merupakan perusahaan teknologi yang telah masuk ke bisnis mobil listrik. Sementara itu, CATL dan Gotion dikenal sebagai perusahaan baterai. Wanxiang Group bergerak sebagai pemasok suku cadang otomotif, sedangkan Bank of China merupakan bank milik negara dan COFCO bergerak di sektor pertanian.

BYD menolak memberikan komentar. Perusahaan lain yang disebut dalam rencana tersebut juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Perusahaan-perusahaan China diminta bersiap menunggu konfirmasi pertemuan antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Pertemuan itu disebut menjadi salah satu momen penting sebelum daftar delegasi ditetapkan.

Sejumlah Perusahaan Menghadapi Tekanan Regulasi

Menurut Reuters, membawa delegasi bisnis besar ke AS menjadi langkah yang tidak biasa. Situasi tersebut berlangsung ketika Washington meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi China, sementara Beijing memperketat pengawasan terhadap sektor swasta.

Salah satu sumber mengatakan Xi berencana membawa perusahaan yang menghadapi sanksi, masuk daftar hitam, atau mendapat tekanan regulasi lain dari AS. Langkah itu disebut menyerupai keputusan Trump membawa eksekutif perusahaan AS yang mendapat pengawasan China saat berkunjung ke Beijing pada Mei 2026.

CATL dan BYD masing-masing masuk daftar hitam Pentagon pada Januari 2025 dan Juni 2026 terkait dugaan hubungan dengan militer China. Gotion juga menggugat Green Charter Township di Michigan. Gugatan itu berkaitan dengan rencana pembangunan pabrik komponen EV senilai US$2,36 miliar atau sekitar Rp42 triliun.

Wanxiang pada Desember 2025 sepakat membayar lebih dari US$53 juta atau sekitar Rp944 miliar untuk menyelesaikan kasus Departemen Kehakiman AS mengenai bea masuk dan antidumping atas suku cadang otomotif China.

Ketegangan Perdagangan Menjadi Latar Belakang

Aturan era Biden akan melarang produsen yang terkait dengan China menjual kendaraan penumpang terhubung baru di AS mulai tahun model 2027. Larangan itu juga mencakup kendaraan yang diproduksi di AS.

Selain aturan tersebut, Washington mengenakan tarif 100 persen terhadap kendaraan listrik China. Produsen mobil AS juga mendesak Trump agar tidak membuka pasar bagi produsen mobil China.

Namun, Trump mengatakan pekan lalu bahwa ia akan mendukung perusahaan China yang membangun mobil di AS. Perbedaan sikap ini membuat kemungkinan kehadiran perusahaan otomotif China dalam kunjungan Xi menjadi perhatian.

Rencana Kehadiran di Jamuan Kenegaraan

Delegasi bisnis China kemungkinan memiliki ukuran yang serupa dengan rombongan Trump ke Beijing pada Mei 2026. Salah satu sumber menyebut Beijing menginginkan adanya timbal balik dalam komposisi delegasi tersebut.

Rombongan Trump sebelumnya mencakup CEO Micron, Qualcomm, dan Illumina. Ketiganya pernah menghadapi tekanan regulasi atau pembatasan akses pasar dari China.

Para eksekutif China diperkirakan hadir dalam jamuan kenegaraan Gedung Putih. Namun, mereka tidak diperkirakan bertemu lembaga kajian atau kelompok bisnis selama kunjungan.

Beijing sempat mengusulkan meja bundar CEO AS-China, tetapi Gedung Putih menolaknya. CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO OpenAI Sam Altman juga dijadwalkan hadir dalam jamuan tersebut.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa ekspektasi terhadap pertemuan puncak itu tetap moderat. Washington disebut menjadikan kesepakatan Board of Trade, tambahan lisensi ekspor logam tanah jarang bagi perusahaan AS, serta perpanjangan gencatan dagang Oktober 2025 di Korea Selatan sebagai sejumlah tujuan utama.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan