
Unras.com - Jakarta, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI akan melakukan limited review atas laporan keuangan periode 30 September 2026 oleh Akuntan Publik. Langkah ini berkaitan dengan rencana aksi korporasi BRI dan/atau pelaksanaan aspirasi pemegang saham.
BRI menyampaikan rencana tersebut melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan juga akan menyampaikan serta mempublikasikan laporan keuangan itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rencana penelaahan laporan keuangan muncul ketika kinerja BBRI masih mencatat pertumbuhan hingga Agustus 2026. Laba bersih perusahaan selama delapan bulan pertama 2026 mencapai Rp34,77 triliun, atau naik 6,63% secara tahunan.
BRI Siapkan Penelaahan Laporan Keuangan
Limited review merupakan penelaahan atas laporan keuangan yang melibatkan Akuntan Publik. Dalam keterbukaan informasinya, BBRI mengaitkan proses tersebut dengan rencana aksi korporasi dan pelaksanaan aspirasi pemegang saham.
BRI akan menyiapkan laporan keuangan periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Selanjutnya, perseroan akan menyampaikan dan memublikasikan laporan tersebut dengan mengikuti aturan yang berlaku di pasar modal.
Informasi mengenai rencana ini menjadi perhatian investor karena berkaitan dengan agenda korporasi bank. Namun, pengumuman tersebut belum merinci bentuk aksi korporasi yang akan BBRI jalankan.
Kinerja Laba BBRI Tumbuh 6,63 Persen
Di tengah persiapan aksi korporasi BRI, kinerja keuangan perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan. BBRI mencatat laba bersih Rp34,77 triliun sepanjang delapan bulan pertama 2026.
Pertumbuhan laba tersebut mencapai 6,63% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kinerja itu berjalan seiring dengan ekspansi intermediasi, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK) hingga Agustus 2026.
Penyaluran kredit BBRI tumbuh 13,66% secara tahunan menjadi Rp1.446,98 triliun. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, pertumbuhan kredit BBRI sedikit lebih tinggi daripada rata-rata perbankan nasional yang mencapai 13,65% hingga Agustus 2026.
Dengan demikian, penyaluran kredit menjadi salah satu penopang aktivitas bisnis BBRI. Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan bahwa ekspansi pembiayaan perseroan masih berjalan di tengah perkembangan industri perbankan nasional.
Pendapatan Bunga Bersih Meningkat
Dari sisi pendapatan bunga, BBRI mencatat kenaikan 0,22% secara tahunan menjadi Rp109,66 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga turun 6,70% menjadi Rp32,41 triliun.
Penurunan beban bunga turut mendukung peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income. BBRI membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp77,25 triliun, naik 3,44% secara tahunan.
Kinerja tersebut memperlihatkan pergerakan positif pada pendapatan bunga bersih meskipun pertumbuhan pendapatan bunga masih terbatas. Selain itu, penurunan beban bunga memberi ruang bagi perseroan untuk menjaga kinerja operasional.
DPK BBRI Tumbuh hingga Agustus 2026
Selain kredit, dana pihak ketiga BBRI juga mengalami pertumbuhan. DPK perseroan mencapai Rp1.655,84 triliun atau meningkat 12,59% secara tahunan.
Pertumbuhan DPK menandai peningkatan penghimpunan dana dari nasabah. Sementara itu, ekspansi kredit dan kenaikan DPK berlangsung bersamaan sehingga mendukung aktivitas intermediasi BBRI.
Investor kini akan mencermati laporan keuangan periode 30 September 2026 serta perkembangan rencana aksi korporasi BRI. Publikasi laporan tersebut akan mengikuti ketentuan yang berlaku di BEI.
Untuk saat ini, BBRI telah menyampaikan rencana limited review kepada pasar. Perkembangan berikutnya akan terlihat melalui laporan keuangan dan keterbukaan informasi yang perseroan sampaikan.