BSI Catat 23,7 Juta Nasabah, Laba Kuartal I 2026 Tumbuh 22,98 Persen

BSI catat 23,7 juta nasabah hingga Maret 2026. Laba Bank Syariah Indonesia tumbuh 22,98 persen dengan pembiayaan dan DPK meningkat.

 Unras.com, Jakarta - BSI catat 23,7 juta nasabah hingga Maret 2026. Capaian ini menegaskan posisi PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air dengan pertumbuhan bisnis yang konsisten.

Jumlah nasabah tersebut meningkat 9,26 juta sejak proses merger bank syariah BUMN beberapa tahun lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan produk syariah terus menguat.

Selain itu, kinerja keuangan perusahaan juga mencatat hasil positif. Hingga kuartal I-2026, Bank Syariah Indonesia membukukan pertumbuhan laba, pembiayaan, serta dana pihak ketiga yang solid.

BSI Catat 23,7 Juta Nasabah Berkat Dual License

BSI catat 23,7 juta nasabah seiring transformasi bisnis yang terus berjalan. Perseroan menyebut salah satu pendorong utama adalah status BSI yang kini memiliki dual license.

Dengan lisensi ganda tersebut, BSI tidak hanya beroperasi sebagai bank syariah. Namun, perseroan juga resmi menjadi Bank Emas atau Bullion Bank.

Kehadiran layanan emas dinilai memperluas jangkauan produk. Karena itu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk menabung dan berinvestasi sesuai prinsip syariah.

Sejak 2025, BSI juga mencatat pencapaian baru. Untuk pertama kalinya, perseroan mampu menambah lebih dari 2 juta nasabah hanya dalam satu tahun.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa layanan digital, inovasi produk, dan edukasi keuangan syariah semakin diterima oleh masyarakat luas.

Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan Terus Menguat

Kenaikan jumlah nasabah berdampak langsung terhadap penghimpunan dana. Hingga Maret 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp376,80 triliun.

Dana murah mendominasi struktur pendanaan perusahaan. Tabungan menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp164,50 triliun.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp329 triliun. Fokus utama pembiayaan masih berada pada segmen konsumer yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan bisnis.

Kualitas pembiayaan juga menunjukkan perbaikan. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross turun menjadi 1,8 persen dari sebelumnya 1,88 persen.

Perbaikan ini menandakan kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas aset tetap terjaga di tengah ekspansi pembiayaan.

Laba BSI Tumbuh 22,98 Persen pada Kuartal I 2026

Dari sisi profitabilitas, BSI membukukan laba sebesar Rp2,20 triliun hingga Maret 2026. Angka ini tumbuh 22,98 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Pertumbuhan laba ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan seimbang. Perseroan berhasil mengelola penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan secara optimal.

Selain itu, efisiensi operasional dan pertumbuhan transaksi nasabah turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan keuntungan perusahaan.

Kinerja tersebut memperkuat optimisme bahwa BSI mampu menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026.

Komitmen ESG dan Pembiayaan Berkelanjutan

BSI juga terus memperkuat strategi keberlanjutan. Hingga Maret 2026, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp75,3 triliun atau setara 22,9 persen dari total pembiayaan.

Rincian Pembiayaan Berkelanjutan BSI

  • Pembiayaan hijau: Rp16 triliun
  • Pembiayaan sosial dan UMKM: Rp59,1 triliun
  • Sustainable Funding melalui Sustainability Sukuk: Rp8 triliun

Selain itu, BSI menyalurkan dana sosial sebesar Rp320,8 miliar. Program tersebut mencakup lima pilar utama, yaitu ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan.

Lebih dari 250.000 penerima manfaat telah merasakan dampak program sosial tersebut.

Dalam mendukung ekonomi rendah karbon, BSI mengoperasikan 70 unit Reverse Vending Machine (RVM) dan 145 kendaraan listrik. Perseroan juga telah menghitung emisi scope 1 dan scope 2 melalui platform digital carbon tracking.

Kesetaraan Gender dan Penghargaan ESG

BSI mencatat 41 persen dari total pegawainya merupakan perempuan. Mereka memperoleh kesempatan pengembangan karier yang setara di berbagai level jabatan.

Komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) mengantarkan BSI meraih sejumlah penghargaan internasional.

Beberapa penghargaan tersebut antara lain Best Islamic Bank for ESG dari Euromoney untuk tingkat Indonesia, Asia, dan Global. Selain itu, peringkat ESG BSI di Bloomberg juga mengalami peningkatan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan kinerja keuangan yang solid harus ditopang oleh fundamental ESG yang kuat.

Menurutnya, keunggulan BSI terletak pada kemampuan menggabungkan pertumbuhan bisnis dengan manfaat sosial. Hal itu diwujudkan melalui penguatan zakat, ekonomi umat, dan dukungan bagi UMKM.

Dengan capaian tersebut, BSI catat 23,7 juta nasabah sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis syariah dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan dan dampak sosial yang luas.