India dan China Bahas Pembayaran Lintas Batas via UPI Alipay+
Unras.com | New Delhi - Pemerintah India dan China tengah menjajaki kerja sama strategis di sektor keuangan digital melalui skema pembayaran lintas batas India-China yang menghubungkan sistem UPI dengan jaringan Alipay+.
Upaya ini bertujuan mempermudah wisatawan, pelaku usaha, serta diaspora India untuk melakukan transaksi lintas negara tanpa harus bergantung pada kartu kredit atau penukaran mata uang asing.
Negosiasi tersebut mencerminkan tren global menuju integrasi sistem pembayaran digital antarnegara, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan transaksi yang cepat, aman, serta efisien.
Negosiasi India dan China Soal Pembayaran Digital
India saat ini sedang berunding agar layanan Alipay+ dapat terhubung dengan sistem pembayaran instan Unified Payments Interface (UPI) milik India. Informasi ini dikutip dari dua sumber pemerintah yang diwawancarai Reuters, Selasa (3/2/2026).
Melalui integrasi ini, wisatawan asal India dapat melakukan pembayaran langsung di merchant yang tergabung dalam jaringan Alipay+ menggunakan aplikasi UPI mereka. Dengan demikian, transaksi lintas batas dapat dilakukan secara real-time tanpa konversi manual.
Skema pembayaran lintas negara ini dinilai mirip dengan sistem QRIS Indonesia yang sudah terhubung dengan beberapa negara di Asia Tenggara dan kawasan lain.
Manfaat Bagi Wisatawan dan Diaspora India
Rencana pembayaran lintas batas India-China ini diharapkan memberi berbagai manfaat praktis bagi masyarakat, terutama bagi wisatawan dan diaspora.
Beberapa keuntungan utama yang diproyeksikan antara lain:
- Transaksi menggunakan mata uang Rupee tanpa konversi langsung
- Biaya administrasi lebih rendah
- Proses pembayaran lebih cepat
- Mengurangi ketergantungan pada uang tunai
- Meningkatkan keamanan transaksi digital
Dengan sistem ini, masyarakat India yang bepergian ke luar negeri dapat bertransaksi secara lebih nyaman dan transparan.
Pertimbangan Keamanan dan Geopolitik
Meski berpotensi besar, kerja sama ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah aspek keamanan data dan sensitivitas geopolitik.
Sumber pemerintah India menyebutkan bahwa pihaknya akan menilai risiko keamanan sebelum mengambil keputusan final. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa Alipay masih terhubung dengan perusahaan induknya, Ant Group, yang berbasis di China.
“Ada sensitivitas terkait posisi geopolitik dan keamanan infrastruktur digital nasional,” ujar salah satu sumber pemerintah.
Hubungan diplomatik yang kurang harmonis antara India dan China juga menjadi faktor penghambat dalam pertukaran teknologi dan investasi lintas negara.
Respons Lembaga Terkait Masih Terbatas
Hingga saat ini, Kementerian Keuangan India, Bank Sentral India, serta National Payments Corporation of India (NPCI) belum memberikan tanggapan resmi terkait negosiasi tersebut.
Pihak Ant International sebagai pengelola Alipay+ juga belum mengeluarkan pernyataan publik. Hal ini menunjukkan bahwa pembahasan masih berada pada tahap awal dan belum memasuki fase implementasi teknis.
Di sisi lain, India diketahui telah memperketat pengawasan terhadap investasi dan teknologi yang berasal dari atau terkait dengan China, demi menjaga stabilitas nasional.
Potensi Besar dari Alipay+ dan UPI
Secara global, Alipay+ saat ini digunakan oleh sekitar 1,8 miliar akun dan melayani lebih dari 150 juta pedagang di lebih dari 100 pasar internasional.
Sementara itu, UPI India merupakan salah satu sistem pembayaran digital terbesar di dunia. Setiap bulannya, UPI memproses hampir 18 miliar transaksi, mencerminkan tingginya adopsi masyarakat terhadap pembayaran non-tunai.
Jika kedua sistem ini terhubung, maka kerja sama tersebut berpotensi menciptakan salah satu jaringan pembayaran lintas batas terbesar di Asia.
Dampak Terhadap Ekonomi Digital Regional
Integrasi pembayaran lintas batas India-China dinilai dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital kawasan Asia. Selain memudahkan transaksi, sistem ini juga membuka peluang bagi UMKM dan pelaku bisnis lintas negara.
Pelaku usaha dapat menjangkau konsumen internasional tanpa hambatan sistem pembayaran, sementara konsumen mendapat pengalaman belanja yang lebih praktis.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah India dalam memperluas penggunaan sistem pembayaran elektronik di tingkat global.
Kesimpulan
Rencana integrasi UPI dengan Alipay+ dalam skema pembayaran lintas batas India-China menjadi langkah strategis menuju konektivitas keuangan digital yang lebih luas. Meski menawarkan banyak manfaat, aspek keamanan, geopolitik, dan regulasi masih menjadi pertimbangan utama. Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi memperkuat posisi India dalam ekosistem pembayaran digital global.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa itu pembayaran lintas batas India-China?
Pembayaran lintas batas India-China adalah sistem transaksi digital yang memungkinkan masyarakat India bertransaksi di China menggunakan UPI yang terhubung dengan Alipay+.
2. Apa keuntungan utama sistem ini?
Keuntungannya meliputi transaksi lebih cepat, biaya rendah, penggunaan mata uang Rupee, dan keamanan yang lebih baik.
3. Apakah kerja sama ini sudah resmi berlaku?
Belum. Saat ini masih dalam tahap negosiasi dan evaluasi keamanan.
4. Mengapa aspek keamanan menjadi perhatian utama?
Karena Alipay terhubung dengan perusahaan China, sementara hubungan geopolitik kedua negara masih sensitif.
5. Kapan sistem ini bisa digunakan?
Belum ada jadwal resmi. Implementasi akan bergantung pada hasil pembahasan dan persetujuan regulator.