BSI Target KBMI IV, Siap Jadi BUMN Bank Syariah Kelas Dunia

BSI target KBMI IV usai resmi jadi BUMN. Bank Syariah Indonesia menyiapkan modal inti Rp70 triliun demi bersaing global.

Unras.com - Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI menegaskan ambisinya untuk naik kelas ke kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV setelah resmi berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Langkah strategis ini dinilai penting agar BSI memiliki kekuatan modal yang seimbang dengan bank-bank pelat merah lainnya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air.

Dengan target modal inti di atas Rp70 triliun, BSI ingin memperluas peran dalam mendukung perekonomian nasional serta meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global.

BSI Target KBMI IV Usai Resmi Menjadi BUMN

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa setelah resmi menjadi persero, perusahaan memasuki fase baru untuk memperkuat struktur permodalan. Target masuk KBMI IV menjadi prioritas utama dalam strategi jangka menengah.

“Setelah naik kelas menjadi BUMN, berikutnya kita harus masuk KBMI 4. Maka kita punya otot yang sama dengan bank-bank senior,” ujar Anggoro dalam pidato Milad ke-5 BSI di BSI Tower, Senin (2/2/2026).

Masuknya BSI ke kelompok bank bermodal inti terbesar diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pembiayaan, ekspansi bisnis, serta layanan keuangan syariah yang lebih luas.

Selain itu, status sebagai bank BUMN juga membuka peluang sinergi yang lebih besar dengan perbankan Himbara dan lembaga keuangan negara lainnya.

Strategi Penguatan Modal Menuju KBMI IV

Untuk mencapai status KBMI IV, BSI telah menyusun berbagai langkah strategis yang akan dijalankan secara bertahap. Persiapan ini mulai dilakukan sejak tahun 2026 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Anggoro menjelaskan bahwa rencana ini bersifat mid-term atau jangka menengah, bukan target jangka pendek. Artinya, perusahaan akan fokus pada penguatan fundamental terlebih dahulu.

Beberapa strategi yang disiapkan BSI antara lain:

  • Peningkatan laba berkelanjutan
  • Optimalisasi pembiayaan sektor produktif
  • Penguatan manajemen risiko
  • Ekspansi layanan digital syariah
  • Optimalisasi sinergi BUMN

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan aset dan modal inti secara stabil.

Target Masuk Top 5 Global Islamic Bank 2030

Tidak hanya membidik KBMI IV, BSI juga memasang target ambisius untuk masuk dalam lima besar bank syariah dunia pada 2030 mendatang.

Target ini sejalan dengan visi BSI sebagai pemain utama dalam industri keuangan syariah global. Dengan basis nasabah yang besar dan dukungan negara, peluang tersebut dinilai cukup realistis.

Untuk mewujudkannya, BSI terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi produk, serta kerja sama internasional dengan lembaga keuangan syariah global.

Penguatan reputasi di tingkat internasional juga menjadi kunci agar Bank Syariah Indonesia mampu bersaing dengan bank-bank Islam besar dari Timur Tengah dan Asia.

BSI Perkuat Posisi sebagai Bank Emas Nasional

Pada usia lima tahun, BSI memposisikan diri sebagai bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia. Status ini menjadi nilai tambah dalam diversifikasi bisnis perusahaan.

Sebagai bank syariah sekaligus bank emas, BSI memiliki dua mesin pertumbuhan utama, yakni:

  • Layanan perbankan syariah
  • Bisnis bullion dan logam mulia

“Kami ingin memastikan bisnis di Indonesia punya dua engine, agar masyarakat bisa merasakan layanan bank syariah secara lengkap,” tutur Anggoro.

Keberadaan layanan bullion bank juga mendukung penguatan ekosistem keuangan syariah, khususnya dalam pengelolaan aset berbasis emas.

Perjalanan Resmi BSI Menjadi Persero

BSI resmi menyandang status persero pada 23 Januari 2026, setelah mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar dalam RUPSLB pada 22 Desember 2025.

Dengan nama resmi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., BSI kini sejajar dengan bank-bank Himbara lainnya dalam struktur BUMN.

Perubahan status ini memperkuat legitimasi BSI sebagai bank milik negara yang fokus pada prinsip syariah, inklusi keuangan, dan pembangunan ekonomi umat.

Status baru tersebut juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan target KBMI IV dan ekspansi global.

Kesimpulan

Resmi menjadi BUMN, BSI semakin mantap menargetkan masuk KBMI IV dengan modal inti di atas Rp70 triliun. Melalui penguatan modal, pengembangan bisnis bullion bank, dan ekspansi global, Bank Syariah Indonesia berupaya naik kelas sebagai bank syariah berdaya saing tinggi. Strategi jangka menengah ini menjadi langkah penting menuju posisi top 5 global Islamic bank pada 2030.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu KBMI IV?
KBMI IV adalah kelompok bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun, yang memiliki kapasitas bisnis dan ekspansi terbesar.

2. Mengapa BSI menargetkan KBMI IV?
Agar memiliki kekuatan modal setara dengan bank besar lainnya dan mampu bersaing di tingkat global.

3. Kapan BSI mulai persiapan menuju KBMI IV?
Persiapan dimulai sejak 2026 dan akan berlangsung dalam jangka menengah.

4. Apa keunggulan BSI sebagai bank emas?
BSI menjadi bullion bank pertama di Indonesia, sehingga dapat mengelola bisnis emas berbasis syariah.

5. Apa target jangka panjang BSI?
Masuk lima besar bank syariah dunia pada tahun 2030 dan memperkuat peran dalam ekonomi nasional.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan