5 Daftar Saham Grup Djarum di BEI
Unras.com, Jakarta - Grup Djarum menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia dengan portofolio bisnis yang luas dan terdiversifikasi. Dari industri rokok kretek, kerajaan bisnis ini berkembang ke sektor perbankan, telekomunikasi, e-commerce, hingga ritel modern. Keberadaan daftar saham Grup Djarum di BEI menjadi perhatian investor yang mencari emiten berfundamental kuat.
Ekspansi bisnis yang konsisten membuat saham-saham milik Grup Djarum dikenal stabil dan memiliki kapitalisasi pasar besar. Tak heran, sejumlah emiten di bawah kendali keluarga Hartono kerap masuk daftar saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bagi investor yang ingin memahami struktur bisnis konglomerat ini, penting mengetahui perusahaan apa saja yang telah melantai di bursa. Berikut ulasan lengkap lima saham Grup Djarum yang tercatat di BEI beserta gambaran kinerja dan peluang investasinya.
Sejarah Singkat Perkembangan Grup Djarum
Grup Djarum bermula dari pabrik rokok kecil bernama Djarum Gramophon. Pada 1951, Oei Wie Gwan mengakuisisi perusahaan tersebut dan menggantinya menjadi Djarum.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Kebakaran pabrik serta wafatnya pendiri pada 1963 sempat mengguncang perusahaan. Namun, Budi dan Bambang Hartono berhasil membawa Djarum bangkit dan bertransformasi menjadi konglomerat besar.
Kini, kerajaan bisnis Hartono Group merambah berbagai sektor strategis. Diversifikasi inilah yang memperkuat posisi daftar saham Grup Djarum di BEI sebagai pilihan investasi jangka panjang.
5 Daftar Saham Grup Djarum di BEI
Berikut lima emiten yang termasuk dalam portofolio saham Grup Djarum:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
BBCA merupakan andalan utama Grup Djarum di sektor perbankan. Melalui PT Dwimuria Investama Andalan, keluarga Hartono menguasai sekitar 54,94% saham BCA.
Bank swasta terbesar di Indonesia ini memiliki jaringan ribuan cabang dan ATM. Pada kuartal I 2023, BBCA mencatat laba bersih Rp11,5 triliun dengan total aset Rp1.321 triliun. Kinerja solid ini menjadikan BBCA sebagai blue chip favorit investor.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
TOWR bergerak di bisnis penyewaan menara telekomunikasi. Grup Djarum mengendalikan sekitar 59,4% saham melalui beberapa entitas.
Didukung Protelindo yang mengoperasikan hampir 30.000 menara, TOWR menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi nasional. Laba bersih kuartal I 2023 mencapai Rp752 miliar dengan aset Rp67 triliun.
PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)
SUPR juga bergerak di sektor menara telekomunikasi. Setelah diakuisisi Protelindo pada 2021, SUPR resmi menjadi bagian dari jaringan bisnis Grup Djarum.
Perusahaan ini memiliki ribuan menara dengan kontrak jangka panjang. Pada kuartal I 2023, SUPR mencatat laba bersih Rp210 miliar dan total aset Rp9,3 triliun.
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
BELI adalah representasi Grup Djarum di sektor e-commerce melalui platform Blibli.com. Selain itu, BELI juga mengelola tiket.com serta bisnis ritel modern.
Ekspansi digital ini memperkuat posisi daftar saham Grup Djarum di BEI di sektor ekonomi digital yang terus berkembang pesat di Indonesia.
PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC)
RANC mengoperasikan jaringan supermarket Ranch Market dan Farmers Market. Sejak 2021, mayoritas sahamnya dikuasai melalui PT Global Digital Niaga.
RANC fokus pada produk segar dan kebutuhan harian premium. Kehadirannya memperkuat lini ritel dalam portofolio emiten Grup Djarum.
Harga 1 Lot Saham Grup Djarum
Berikut gambaran harga 1 lot (100 lembar) saham :
-
BBCA: Rp8.525.000 per lot
-
TOWR: Rp55.500 per lot
-
BELI: Rp38.000 per lot
-
RANC: Rp41.800 per lot
Harga saham tersebut dapat berubah sesuai pergerakan pasar. Namun, data ini menjadi referensi awal bagi investor yang ingin masuk ke saham konglomerasi Djarum.
Strategi Diversifikasi yang Jadi Kunci
Keberhasilan daftar saham Grup Djarum di BEI tak lepas dari strategi diversifikasi. Grup ini tidak bergantung pada satu sektor saja.
Beberapa strategi yang diterapkan antara lain:
-
Memperkuat sektor perbankan melalui BBCA sebagai sumber likuiditas stabil.
-
Mengembangkan infrastruktur digital dan telekomunikasi lewat TOWR dan SUPR.
-
Masuk ke ekonomi digital melalui BELI dan platform e-commerce.
-
Memperluas jaringan ritel modern lewat RANC.
Pendekatan multi-sektor ini membuat portofolio saham Grup Djarum lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi.
Kesimpulan
Daftar saham Grup Djarum di BEI menunjukkan kekuatan bisnis yang terdiversifikasi dan solid secara fundamental. Mulai dari BBCA di sektor perbankan, TOWR dan SUPR di infrastruktur telekomunikasi, hingga BELI dan RANC di ranah digital serta ritel, semuanya mencerminkan strategi jangka panjang yang matang.
Bagi investor, mengenal emiten-emiten dalam grup Djarum atau Hartono Group bisa menjadi langkah strategis untuk membangun portofolio yang kuat dan berimbang.
FAQ
1. Apa saja daftar saham Grup Djarum di BEI?
BBCA, TOWR, SUPR, BELI, dan RANC merupakan lima saham yang berada dalam portofolio Grup Djarum.
2. Siapa pemilik Grup Djarum?
Grup Djarum dimiliki keluarga Hartono, yakni Budi dan Bambang Hartono.
3. Apakah saham Grup Djarum cocok untuk investasi jangka panjang?
Sebagian besar emiten memiliki fundamental kuat dan sektor bisnis strategis, sehingga banyak dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang.
4. Berapa harga 1 lot saham BBCA?
Harga 1 lot BBCA sekitar Rp8.525.000.
Dengan memahami daftar saham Grup Djarum di BEI, investor dapat mengambil keputusan lebih rasional dan berbasis data.
