Waspada Phishing BCA 2026: Modus Website Palsu Rugikan Nasabah hingga Miliaran Rupiah

Waspada phishing BCA 2026, modus website palsu rugikan nasabah hingga miliaran rupiah. Simak imbauan resmi dan tips aman transaksi.

Unras.com | Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengingatkan seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap phishing BCA melalui website palsu yang semakin marak di awal 2026.

Peringatan ini disampaikan menyusul laporan nasabah bisnis yang mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat terjebak situs tiruan yang menyerupai layanan resmi KlikBCA Bisnis.

Manajemen BCA menegaskan bahwa kasus tersebut bukan berasal dari kebocoran sistem internal, melainkan akibat kelalaian pengguna saat mengakses alamat situs yang tidak resmi.

Dalam beberapa pekan terakhir, kasus penipuan digital perbankan kembali menjadi sorotan publik. Media sosial dipenuhi laporan korban yang mengaku kehilangan dana dalam jumlah besar setelah melakukan transaksi melalui website yang menyerupai layanan BCA.

Fenomena ini menunjukkan bahwa modus kejahatan siber semakin berkembang dan menyasar nasabah bisnis maupun individu. Pelaku memanfaatkan kemiripan tampilan situs untuk mengecoh korban.

BCA pun bergerak cepat dengan memberikan klarifikasi serta edukasi agar nasabah tidak kembali menjadi korban kejahatan siber.

Modus Phishing BCA Melalui Website Palsu

Phishing merupakan metode penipuan yang dilakukan dengan cara memancing korban agar memasukkan data pribadi melalui situs, email, atau pesan palsu.

Dalam kasus terbaru, pelaku membuat website yang sangat mirip dengan alamat resmi KlikBCA Bisnis. Situs palsu tersebut menggunakan awalan “vpk” yang sekilas menyerupai “vpn” milik BCA.

Tampilan visual, warna, hingga menu layanan dibuat hampir identik dengan website asli. Akibatnya, banyak nasabah tidak menyadari bahwa mereka sedang mengakses platform palsu.

Ketika korban memasukkan data login, informasi tersebut langsung direkam oleh pelaku untuk mengambil alih akses rekening.

Klarifikasi Resmi BCA Terkait Kasus Phishing

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan nasabah terdampak.

Menurut Hera, hasil investigasi internal menunjukkan bahwa sistem keamanan BCA tetap dalam kondisi aman dan tidak mengalami peretasan.

“Berdasarkan penelusuran kami, kejadian ini merupakan modus phishing melalui website palsu,” ujar Hera dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Ia menegaskan bahwa keamanan digital perbankan BCA terus diperkuat, namun kewaspadaan nasabah tetap menjadi faktor utama.

Kronologi Kerugian Nasabah Bisnis

Salah satu laporan datang dari akun Instagram @realmrbert. Korban seharusnya mengakses layanan melalui vpn.klikbca.com, namun justru membuka situs tiruan.

Akibat kesalahan tersebut, dana yang ditransfer tidak masuk ke rekening tujuan, melainkan berpindah ke rekening pelaku.

Kasus serupa dialami akun @tommy*** yang mengaku kehilangan sekitar Rp 500 juta. Dana tersebut merupakan gaji karyawan yang seharusnya dibayarkan.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa penipuan online BCA tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak pada operasional bisnis.

Kanal Resmi BCA yang Wajib Diketahui Nasabah

Untuk mencegah penipuan digital, BCA kembali mengingatkan nasabah agar hanya menggunakan kanal resmi berikut:

  • Aplikasi haloBCA
  • Nomor Halo BCA 1500888 (tanpa awalan tambahan)
  • WhatsApp Bank BCA 08111500998 (centang biru)
  • Instagram @goodlifebca (centang biru)
  • Website resmi www.bca.co.id

Selain itu, nasabah dilarang membagikan data rahasia seperti PIN, OTP, password, dan Appli Token Key kepada siapa pun.

Tips Aman Menghindari Phishing dan Penipuan Digital

Agar terhindar dari modus website palsu BCA dan kejahatan siber lainnya, nasabah disarankan menerapkan langkah berikut:

  • Selalu periksa alamat situs sebelum login
  • Simpan alamat resmi BCA di bookmark
  • Jangan klik tautan dari pesan tidak dikenal
  • Aktifkan notifikasi transaksi
  • Ganti password secara berkala
  • Segera hubungi BCA jika menemukan aktivitas mencurigakan

Langkah sederhana ini dapat meminimalkan risiko pembobolan rekening.

Kesimpulan

Kasus phishing BCA 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh nasabah untuk lebih waspada dalam bertransaksi digital. Meski sistem BCA terbukti aman, kelalaian dalam mengakses situs palsu dapat berujung pada kerugian besar.

Edukasi, kehati-hatian, dan penggunaan kanal resmi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dana. Dengan meningkatkan literasi digital, nasabah dapat terhindar dari berbagai modus penipuan perbankan online.

FAQ Seputar Phishing BCA

1. Apa itu phishing BCA?
Phishing BCA adalah penipuan digital dengan memanfaatkan website, pesan, atau email palsu yang menyerupai layanan resmi BCA.

2. Apakah sistem BCA diretas?
Tidak. Berdasarkan investigasi, sistem BCA tetap aman. Kerugian terjadi karena korban mengakses situs palsu.

3. Bagaimana cara mengetahui website resmi BCA?
Pastikan alamat situs menggunakan domain resmi seperti www.bca.co.id atau vpn.klikbca.com.

4. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur menjadi korban?
Segera hubungi Halo BCA 1500888 dan laporkan kejadian untuk penanganan lebih lanjut.

5. Apakah BCA mengganti dana korban phishing?
Setiap kasus ditangani secara individual sesuai hasil investigasi dan ketentuan yang berlaku.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan