QRIS China dan Korea Selatan Siap Berlaku, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

Perluasan QRIS China dan Korea Selatan ditargetkan rampung kuartal I-2026, memudahkan transaksi lintas negara dengan mata uang lokal.

Unras.com – Jakarta — Bank Indonesia (BI) menargetkan perluasan layanan QRIS China dan Korea Selatan rampung pada kuartal I-2026, sehingga wisatawan dan pelaku usaha dapat bertransaksi digital lintas negara langsung dengan mata uang lokal.

Bank Indonesia kembali mempercepat agenda integrasi sistem pembayaran regional dan global. Kali ini, fokus diarahkan pada perluasan penggunaan QRIS ke dua negara dengan volume perjalanan dan perdagangan yang besar, yakni China dan Korea Selatan.

Langkah ini dinilai strategis karena memperkuat ekosistem pembayaran digital lintas negara, sekaligus mendukung pariwisata dan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melayani wisatawan mancanegara.

Dengan implementasi yang ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2026, masyarakat Indonesia yang bepergian ke China dan Korea Selatan, maupun warga dari kedua negara yang berkunjung ke Indonesia, tidak lagi bergantung pada uang tunai atau penukaran valuta asing untuk transaksi harian.

Target Implementasi QRIS di China dan Korea Selatan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa proses integrasi sistem pembayaran dengan China dan Korea Selatan kini berada pada tahap akhir. Implementasi penuh diharapkan dapat dilakukan sebelum berakhirnya Triwulan I-2026.

“Dalam waktu dekat mudah-mudahan sebelum Triwulan I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (21/1/2026).

Dengan target tersebut, pada paruh pertama 2026 layanan QRIS sudah dapat digunakan di kedua negara itu. Artinya, transaksi digital melalui ponsel bisa langsung dilakukan dengan mata uang lokal masing-masing negara tanpa perlu menukar uang tunai.

Skema ini memungkinkan pengguna aplikasi pembayaran di Indonesia memindai kode QR di merchant China atau Korea Selatan, dan sebaliknya, pengguna aplikasi pembayaran di kedua negara tersebut dapat memindai QRIS di merchant Indonesia.

Daftar Negara yang Sudah Terkoneksi QRIS

Sebelum China dan Korea Selatan, layanan pembayaran lintas negara berbasis QRIS telah lebih dulu terhubung dengan beberapa negara di kawasan Asia.

Filianingsih menjelaskan, China dan Korea Selatan akan menambah daftar negara yang sebelumnya sudah terkoneksi dengan QRIS, antara lain:

  • Singapura
  • Thailand
  • Malaysia
  • Jepang

Integrasi ini merupakan bagian dari kerja sama sistem pembayaran regional yang mendorong interoperabilitas antarnegara, sehingga transaksi ritel lintas batas dapat dilakukan secara cepat, murah, dan aman.

Selain itu, Bank Indonesia juga tengah melakukan diskusi intensif dengan India dan beberapa negara lain untuk memperluas jangkauan penggunaan QRIS ke lebih banyak destinasi.

Langkah tersebut mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan sistem pembayaran digital yang progresif di kawasan Asia.

Pertumbuhan Transaksi QRIS yang Terus Meningkat

Perluasan jaringan lintas negara ini sejalan dengan kinerja QRIS di dalam negeri yang terus mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir kuartal IV-2025, transaksi QRIS tumbuh 139,99 persen secara tahunan (year on year).

Pertumbuhan ini menunjukkan adopsi yang semakin luas, baik di kalangan konsumen maupun merchant. QRIS kini tidak hanya digunakan di pusat perbelanjaan besar, tetapi juga di pasar tradisional, warung, transportasi lokal, hingga layanan publik.

Bank Indonesia menilai peningkatan transaksi digital ini berkontribusi langsung pada efisiensi sistem pembayaran nasional. Biaya transaksi lebih rendah, pencatatan lebih rapi, serta mengurangi ketergantungan pada uang tunai.

Dengan konektivitas lintas negara, potensi pertumbuhan transaksi diperkirakan semakin besar, terutama di daerah tujuan wisata dan pusat perdagangan.

Target Ambisius QRIS pada 2026

Untuk tahun 2026, Bank Indonesia menetapkan sejumlah target besar terkait pengembangan QRIS dan sistem pembayaran digital nasional.

Filianingsih menyebutkan, target tersebut meliputi:

  • 17 miliar transaksi QRIS sepanjang 2026
  • 8 negara untuk layanan lintas negara (cross-border)
  • 45 juta merchant pengguna QRIS
  • 60 juta pengguna QRIS

Target ini mencerminkan strategi jangka menengah BI dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat digitalisasi ekonomi nasional.

Dengan semakin banyak merchant dan pengguna, ekosistem QRIS diharapkan menjadi tulang punggung transaksi ritel, baik domestik maupun lintas negara.

Dampak Positif bagi Wisata dan UMKM

Implementasi QRIS di China dan Korea Selatan diprediksi memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan UMKM. Kedua negara tersebut merupakan sumber wisatawan yang signifikan bagi Indonesia.

Wisatawan dari China dan Korea Selatan yang datang ke Indonesia dapat langsung menggunakan aplikasi pembayaran mereka untuk bertransaksi di merchant QRIS, tanpa perlu menukar uang atau mencari ATM.

Bagi UMKM, kemudahan ini meningkatkan peluang transaksi, mempercepat pelayanan, serta mengurangi risiko menerima uang palsu atau kesalahan pengembalian uang.

Selain itu, pencatatan transaksi digital juga membantu pelaku usaha dalam mengelola keuangan, mengajukan pembiayaan, serta meningkatkan kredibilitas usaha di mata lembaga keuangan.

Dari sisi wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri, QRIS lintas negara memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis dan aman, terutama untuk kebutuhan harian seperti makan, transportasi, dan belanja kecil.

Mekanisme Transaksi QRIS Lintas Negara

Skema QRIS lintas negara pada prinsipnya tetap menggunakan metode pemindaian kode QR. Namun, sistem akan melakukan konversi mata uang secara otomatis sesuai kurs yang berlaku pada saat transaksi.

Alur transaksi secara umum meliputi:

  • Pengguna membuka aplikasi pembayaran di ponsel.
  • Memindai kode QR merchant di negara tujuan.
  • Nominal transaksi muncul dalam mata uang lokal.
  • Sistem mengonversi ke rupiah atau mata uang asal pengguna.
  • Transaksi dikonfirmasi dan langsung tercatat.

Dengan mekanisme ini, pengguna tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar, sekaligus meminimalkan biaya penukaran uang di money changer.

Keamanan transaksi tetap mengacu pada standar nasional dan kerja sama antarotoritas sistem pembayaran, sehingga perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas.

Peran Kerja Sama Antarbank dan Otoritas Pembayaran

Keberhasilan integrasi QRIS lintas negara tidak lepas dari kerja sama antara bank sentral, lembaga sistem pembayaran, serta industri perbankan di masing-masing negara.

Bank Indonesia bekerja sama dengan otoritas moneter China dan Korea Selatan untuk memastikan sistem dapat saling terhubung, baik dari sisi teknologi, regulasi, maupun standar keamanan.

Selain itu, bank dan penyedia jasa pembayaran di Indonesia juga melakukan penyesuaian sistem agar aplikasi yang digunakan masyarakat dapat mendukung transaksi lintas negara tanpa hambatan.

Kolaborasi ini penting agar transaksi berjalan real time, stabil, dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi jaringan.

Tantangan dan Antisipasi dalam Implementasi

Meski target implementasi sudah ditetapkan, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi dalam perluasan QRIS lintas negara.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Perbedaan regulasi sistem pembayaran di tiap negara.
  • Standar keamanan data dan perlindungan konsumen.
  • Kesiapan infrastruktur teknologi merchant kecil.
  • Edukasi pengguna terkait cara penggunaan di luar negeri.

Bank Indonesia menyatakan terus melakukan uji coba sistem dan sosialisasi kepada pelaku industri serta masyarakat agar saat layanan resmi diluncurkan, tidak terjadi kendala berarti di lapangan.

Penguatan literasi digital juga menjadi bagian penting agar pengguna memahami cara bertransaksi dengan aman saat berada di luar negeri.

Sinkron dengan Agenda Digitalisasi Nasional

Perluasan QRIS ke China dan Korea Selatan juga sejalan dengan agenda besar digitalisasi nasional, termasuk penguatan ekonomi digital dan sistem pembayaran yang inklusif.

Sistem pembayaran yang saling terhubung antarnegara membuka peluang baru bagi perdagangan lintas batas, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang sebelumnya sulit menjangkau pasar internasional.

Selain itu, data transaksi digital yang tercatat dapat menjadi dasar perumusan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam pengembangan UMKM dan sektor pariwisata.

Dengan ekosistem yang semakin matang, Indonesia diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam integrasi sistem pembayaran regional.

Kesimpulan

Target implementasi QRIS China Korea Selatan pada kuartal I-2026 menjadi langkah penting dalam memperluas ekosistem pembayaran digital Indonesia ke tingkat internasional. Dengan konektivitas lintas negara, transaksi menjadi lebih praktis, cepat, dan aman, baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha.

Didukung pertumbuhan transaksi QRIS yang tinggi serta target ambisius pada 2026, Bank Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor ritel, tetapi juga pada pariwisata, UMKM, dan efisiensi ekonomi nasional secara keseluruhan.

Jika implementasi berjalan sesuai rencana, QRIS akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung transaksi digital Indonesia di kancah regional dan global.

FAQ

Pertanyaan Jawaban
Kapan QRIS bisa digunakan di China dan Korea Selatan? Ditargetkan mulai berlaku pada kuartal I-2026 dan dapat dimanfaatkan penuh pada paruh pertama 2026.
Apakah transaksi dilakukan dengan mata uang lokal? Ya, transaksi dilakukan dengan mata uang lokal masing-masing negara dan dikonversi otomatis oleh sistem.
Negara mana saja yang sudah terhubung dengan QRIS? Saat ini antara lain Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang, dengan China dan Korea Selatan menyusul.
Siapa yang paling diuntungkan dari layanan ini? Wisatawan, UMKM, dan merchant di daerah wisata yang melayani transaksi lintas negara.
Apakah aman menggunakan QRIS di luar negeri? Sistem mengikuti standar keamanan antarotoritas pembayaran dan tetap mengutamakan perlindungan konsumen.
Apakah perlu aplikasi khusus untuk transaksi lintas negara? Tidak, cukup menggunakan aplikasi pembayaran yang sudah mendukung QRIS dan terhubung dengan sistem lintas negara.
Berapa target transaksi QRIS pada 2026? Bank Indonesia menargetkan 17 miliar transaksi sepanjang 2026.
Apakah akan ada negara lain yang menyusul? Bank Indonesia sedang berdiskusi intensif dengan India dan beberapa negara lain untuk perluasan berikutnya.
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan