Mau Dual Listing, Merdeka Gold (EMAS) Jajaki IPO di Hong Kong

Merdeka Gold (EMAS) dikabarkan menjajaki IPO di Hong Kong sebagai langkah dual listing untuk memperluas akses investor global.

 Unras.com | Jakarta – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dikabarkan tengah menjajaki rencana pencatatan saham atau IPO di Hong Kong sebagai langkah dual listing untuk memperluas akses ke investor global dan memperkuat pendanaan jangka panjang.


Kabar ini mencuat setelah sejumlah sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa perusahaan tambang emas Indonesia itu telah menunjuk beberapa bank investasi internasional guna menggarap rencana aksi korporasi tersebut.

Jika terealisasi, langkah ini akan menempatkan Merdeka Gold sebagai salah satu emiten Indonesia yang melantai di dua bursa besar Asia, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Hong Kong Stock Exchange (HKEX).

Langkah dual listing ini dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan eksposur global sekaligus memperluas basis investor, khususnya dari kawasan Asia Timur dan internasional. Hong Kong selama ini dikenal sebagai pusat keuangan utama Asia yang menjadi pintu masuk investor global ke perusahaan-perusahaan regional.

Selain itu, rencana IPO di Hong Kong juga dipandang sebagai bagian dari upaya Merdeka Gold memperkuat struktur permodalan di tengah kebutuhan pembiayaan sektor pertambangan yang terus meningkat. Dengan akses pasar yang lebih luas, perusahaan berpeluang memperoleh valuasi yang lebih kompetitif.

Rencana IPO Hong Kong Merdeka Gold

Sejumlah sumber Bloomberg mengungkapkan bahwa Merdeka Gold telah bekerja sama dengan Citic Securities Co., Morgan Stanley, dan UBS Group AG dalam menjajaki IPO di Hong Kong. Namun, pembicaraan tersebut masih berlangsung dan belum ada kepastian mengenai waktu maupun besaran transaksi.

Manajemen Merdeka Gold bersama UBS dan Citic menolak memberikan komentar atas kabar tersebut, sementara Morgan Stanley belum memberikan tanggapan resmi. Meski demikian, media keuangan IFR sebelumnya juga telah melaporkan rencana pencatatan saham ini, memperkuat sinyal bahwa proses tengah berjalan.

Jika benar terwujud, IPO di Hong Kong ini akan menjadi aksi korporasi yang relatif jarang, mengingat tidak banyak perusahaan non-China yang memilih melantai di pusat keuangan Asia tersebut. Hal ini sekaligus mencerminkan ambisi Merdeka Gold untuk memperluas jejaknya di pasar global.

Langkah ini juga sejalan dengan kerja sama antara Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. (HKEX) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diteken pada 2023. Perjanjian tersebut membuka peluang pencatatan lintas bursa, sehingga memudahkan emiten Indonesia menjangkau investor Hong Kong dan sebaliknya.

Kinerja Saham EMAS di Bursa Efek Indonesia

Sejak debutnya di BEI pada September 2025, saham Merdeka Gold mencatat kinerja impresif. Harga saham EMAS telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga penawaran perdana, sehingga mendorong kapitalisasi pasar perusahaan mendekati Rp99,91 triliun.

Per Jumat (23/1/2026), saham EMAS diperdagangkan di level Rp6.175 per unit. Lonjakan ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap prospek industri emas, terutama di tengah ketidakpastian global yang mendorong aset lindung nilai seperti emas semakin diminati.

Kinerja positif di pasar domestik ini menjadi modal penting bagi Merdeka Gold dalam menjajaki IPO di Hong Kong. Dengan rekam jejak pertumbuhan harga saham yang kuat, perusahaan diharapkan mampu menarik minat investor internasional yang mencari eksposur ke sektor pertambangan emas Asia Tenggara.

Namun demikian, investor juga mencermati kinerja keuangan perusahaan yang masih menghadapi tantangan. Pada sembilan bulan pertama 2025, Merdeka Gold mencatat rugi bersih sebesar USD22,3 juta, yang sebagian besar dipengaruhi oleh biaya operasional dan investasi pengembangan tambang.

Potensi Tambang Emas Merdeka Gold

Merdeka Gold mengoperasikan tambang emas di Sulawesi dengan cadangan bijih sekitar 190 juta ton dan kandungan emas mencapai sekitar 4,8 juta ons. Cadangan ini menempatkan perusahaan sebagai salah satu pemain penting di sektor tambang emas nasional.

Potensi cadangan yang besar ini menjadi daya tarik utama bagi investor, baik domestik maupun internasional. Dengan pengelolaan yang tepat dan efisiensi operasional yang meningkat, Merdeka Gold berpeluang meningkatkan produksi dan memperbaiki profitabilitas dalam jangka menengah hingga panjang.

Rencana dual listing melalui IPO di Hong Kong dipandang sebagai langkah strategis untuk mendukung ekspansi operasional tersebut. Dana segar yang diperoleh dapat digunakan untuk pengembangan tambang, peningkatan kapasitas produksi, serta optimalisasi teknologi pertambangan yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, kehadiran di bursa internasional diyakini dapat meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan, sekaligus memperkuat reputasi Merdeka Gold sebagai emiten tambang emas berkelas global.

Dampak IPO Hong Kong bagi Pasar Modal Indonesia

Jika Merdeka Gold berhasil melantai di Hong Kong, langkah ini dapat menjadi preseden positif bagi emiten Indonesia lainnya yang ingin menjajaki dual listing. Hal ini berpotensi meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

Pencatatan lintas bursa juga dapat memperluas likuiditas saham emiten, meningkatkan visibilitas perusahaan, serta membuka peluang kemitraan strategis lintas negara. Dalam konteks Merdeka Gold, akses ke pasar Hong Kong dapat mempercepat langkah ekspansi regional dan global.

Bagi BEI, keberhasilan dual listing ini akan memperkuat kerja sama dengan HKEX yang telah dijalin sejak 2023. Sinergi ini diharapkan mendorong lebih banyak emiten Indonesia untuk memanfaatkan peluang pasar internasional tanpa harus meninggalkan basis domestik.

Di sisi lain, investor domestik juga diuntungkan karena saham emiten yang memiliki eksposur global cenderung memiliki valuasi yang lebih kompetitif dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang lebih menarik.

Respons Pasar dan Prospek ke Depan

Kabar IPO Hong Kong Merdeka Gold disambut positif oleh pelaku pasar, terutama di tengah tren penguatan harga emas global. Sentimen ini mendorong optimisme terhadap prospek saham EMAS dalam jangka menengah.

Meski demikian, analis mengingatkan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ada kepastian final. Investor diimbau tetap mencermati perkembangan resmi dari perusahaan maupun otoritas bursa terkait.

Ke depan, keberhasilan dual listing Merdeka Gold akan sangat bergantung pada kondisi pasar global, stabilitas ekonomi regional, serta kemampuan perusahaan dalam memperbaiki kinerja keuangan dan operasionalnya.

Jika seluruh proses berjalan lancar, IPO di Hong Kong berpotensi menjadi katalis positif bagi saham EMAS sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri pertambangan emas global.

Kesimpulan

Rencana Merdeka Gold (EMAS) untuk menjajaki IPO di Hong Kong sebagai langkah dual listing mencerminkan ambisi perusahaan memperluas akses investor global dan memperkuat struktur permodalan. Dengan dukungan bank investasi internasional dan kinerja saham yang solid di BEI, langkah ini berpotensi menjadi tonggak penting bagi EMAS sekaligus pasar modal Indonesia. Meski masih dalam tahap pembahasan, kabar ini telah memicu optimisme pasar terhadap prospek jangka panjang perusahaan tambang emas tersebut.

FAQ

1. Apa itu IPO Hong Kong Merdeka Gold?
IPO Hong Kong Merdeka Gold adalah rencana pencatatan saham EMAS di bursa Hong Kong sebagai bagian dari strategi dual listing.

2. Mengapa Merdeka Gold memilih dual listing?
Dual listing dipilih untuk memperluas basis investor global, meningkatkan likuiditas saham, dan memperkuat pendanaan perusahaan.

3. Apakah IPO di Hong Kong sudah pasti dilakukan?
Belum. Pembicaraan masih berlangsung dan belum ada kepastian waktu maupun nilai transaksi.

4. Bagaimana kinerja saham EMAS di BEI saat ini?
Sejak IPO pada 2025, saham EMAS telah melonjak lebih dari dua kali lipat dan diperdagangkan di level Rp6.175 per saham per 23 Januari 2026.

5. Apa dampak IPO Hong Kong bagi investor Indonesia?
Investor domestik berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan visibilitas global, likuiditas saham, dan peluang valuasi yang lebih kompetitif.