Dividen Saham: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mendapatkannya bagi Investor Pemula
Unras.com | Jakarta – Dividen saham menjadi salah satu strategi populer bagi investor untuk menambah jumlah kepemilikan tanpa harus membeli saham baru di pasar. Selain capital gain, dividen saham juga membuka peluang pertumbuhan portofolio jangka panjang.

Dividen saham semakin banyak dibicarakan seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap investasi pasar modal. Jika dulu mayoritas investor hanya berfokus pada selisih harga beli dan jual saham, kini semakin banyak yang melirik pembagian laba perusahaan sebagai sumber keuntungan tambahan.
Bagi investor pemula, istilah dividen saham kerap menimbulkan kebingungan. Banyak yang menyamakan dengan dividen tunai, padahal mekanismenya berbeda. Dividen saham bukan berupa uang, melainkan tambahan lembar saham yang diberikan kepada investor sesuai dengan proporsi kepemilikan mereka.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang dividen saham, mulai dari pengertian, cara kerja, keuntungan dan risiko, hingga strategi mendapatkannya. Dengan pemahaman yang tepat, dividen saham dapat menjadi instrumen penting dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Apa Itu Dividen Saham?
Dividen saham adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk saham baru, bukan uang tunai. Artinya, investor tidak menerima dana langsung ke rekening efek, melainkan mendapatkan tambahan jumlah lembar saham di portofolionya.
Sebagai ilustrasi, jika seorang investor memiliki 1.000 lembar saham suatu emiten dan perusahaan tersebut membagikan dividen saham sebesar 10 persen, maka investor akan memperoleh tambahan 100 lembar saham. Dengan demikian, total kepemilikannya menjadi 1.100 lembar saham.
Dalam praktiknya, dividen saham sering digunakan perusahaan untuk menjaga arus kas tetap sehat sekaligus memberikan apresiasi kepada pemegang saham. Dengan menambah jumlah saham beredar, perusahaan berharap likuiditas saham meningkat dan harga menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel.
Dividen saham juga kerap disebut sebagai “stock dividend” atau pembagian laba dalam bentuk ekuitas. Meski tidak memberikan dana tunai secara langsung, jenis dividen ini tetap dianggap sebagai keuntungan karena menambah aset investor.
Jenis Dividen dalam Pasar Modal
Dalam dunia pasar modal, dividen tidak hanya terbatas pada dividen saham. Secara umum, terdapat beberapa jenis dividen yang perlu dipahami investor:
-
Dividen Tunai
Dibayarkan langsung dalam bentuk uang tunai ke rekening efek investor. Ini merupakan jenis dividen paling umum dan paling dinantikan oleh investor yang mengincar penghasilan pasif. -
Dividen Saham
Dibayarkan dalam bentuk saham baru, sehingga jumlah kepemilikan investor bertambah tanpa mengeluarkan modal tambahan. -
Dividen Interim
Dibagikan di tengah tahun buku sebelum laporan keuangan tahunan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). -
Dividen Final
Dibagikan setelah laporan keuangan tahunan disetujui dalam RUPS. Biasanya menjadi dividen utama yang dinanti investor.
Masing-masing jenis dividen memiliki tujuan dan dampak berbeda bagi perusahaan maupun investor. Dividen saham, misalnya, lebih menekankan pada pertumbuhan jangka panjang dibandingkan distribusi pendapatan langsung.
Bagaimana Cara Kerja Dividen Saham?
Mekanisme dividen saham melibatkan beberapa tahapan penting yang wajib dipahami investor agar tidak kehilangan hak atas pembagian tersebut.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS menjadi forum utama di mana manajemen perusahaan mengajukan usulan pembagian laba. Dalam rapat ini, pemegang saham akan memutuskan apakah laba bersih perusahaan dibagikan sebagai dividen, baik dalam bentuk tunai, saham, atau kombinasi keduanya.
Jika disetujui, perusahaan akan mengumumkan besaran dividen saham, rasio pembagian, serta jadwal pelaksanaannya melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tanggal Cum Date dan Ex Date
Setelah pengumuman resmi, investor perlu memperhatikan dua tanggal penting:
-
Cum Date (Cumulative Date)
Tanggal terakhir investor harus membeli saham agar tercatat sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen saham. -
Ex Date (Ex-Dividend Date)
Hari pertama di mana saham diperdagangkan tanpa hak dividen. Investor yang membeli saham pada atau setelah ex date tidak akan mendapatkan dividen saham.
Perubahan harga saham biasanya terjadi di sekitar tanggal ex date karena pasar menyesuaikan nilai saham setelah pembagian dividen.
Tanggal Pencatatan (Recording Date)
Recording date adalah tanggal di mana perusahaan mencatat siapa saja pemegang saham yang berhak menerima dividen saham. Investor yang namanya tercatat pada tanggal ini akan memperoleh tambahan saham sesuai ketentuan.
Tanggal Pembagian (Distribution Date)
Pada tanggal ini, perusahaan menyalurkan dividen saham ke rekening efek investor. Secara otomatis, jumlah saham di portofolio investor akan bertambah tanpa perlu melakukan transaksi tambahan.
Keuntungan Dividen Saham bagi Investor
Dividen saham menawarkan sejumlah manfaat yang menarik, terutama bagi investor jangka panjang yang fokus pada pertumbuhan aset.
Menambah Jumlah Saham Tanpa Membeli
Keuntungan utama dividen saham adalah investor memperoleh tambahan lembar saham tanpa harus mengeluarkan dana baru. Hal ini memungkinkan pertumbuhan kepemilikan secara otomatis seiring waktu.
Potensi Capital Gain Lebih Besar
Dengan jumlah saham yang lebih banyak, potensi keuntungan dari kenaikan harga saham juga meningkat. Jika harga saham naik di masa depan, investor bisa menikmati capital gain yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Mencerminkan Kinerja dan Optimisme Perusahaan
Perusahaan yang membagikan dividen saham biasanya berada dalam kondisi keuangan yang cukup sehat dan optimistis terhadap prospek bisnis ke depan. Pembagian saham baru sering dianggap sebagai sinyal positif bagi pasar.
Meningkatkan Likuiditas Saham
Dengan bertambahnya jumlah saham beredar, likuiditas di pasar sekunder dapat meningkat. Hal ini memudahkan investor untuk membeli dan menjual saham di kemudian hari.
Risiko dan Kekurangan Dividen Saham
Meski menawarkan berbagai keuntungan, dividen saham juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipertimbangkan investor.
Dilusi Harga Saham
Penambahan jumlah saham beredar dapat menyebabkan penyesuaian harga saham di pasar. Secara teori, nilai perusahaan tetap sama, sehingga harga per saham bisa turun setelah pembagian dividen saham.
Tidak Memberikan Arus Kas Langsung
Berbeda dengan dividen tunai, dividen saham tidak memberikan tambahan dana langsung ke rekening investor. Bagi investor yang membutuhkan penghasilan rutin, jenis dividen ini mungkin kurang menarik.
Bergantung pada Kinerja Perusahaan
Dividen saham hanya dapat dibagikan jika perusahaan mencatat laba dan mendapat persetujuan RUPS. Jika kinerja perusahaan menurun, pembagian dividen bisa dihentikan.
Potensi Salah Persepsi Investor
Sebagian investor pemula mengira dividen saham sama dengan keuntungan tunai. Padahal, manfaatnya lebih bersifat jangka panjang dan bergantung pada pergerakan harga saham di masa depan.
Cara Mendapatkan Dividen Saham
Bagi investor yang ingin memperoleh dividen saham, ada beberapa langkah strategis yang perlu diperhatikan agar peluang mendapatkan pembagian laba semakin besar.
-
Pilih Saham Perusahaan yang Konsisten Membagikan Dividen
Fokuslah pada emiten dengan rekam jejak pembagian dividen yang stabil, baik tunai maupun saham. Perusahaan besar dan mapan biasanya memiliki kebijakan dividen yang lebih konsisten. -
Perhatikan Jadwal Cum Date
Pastikan membeli saham sebelum cum date agar tercatat sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen saham. -
Cermati Laporan Keuangan Perusahaan
Laba bersih, arus kas, dan rasio pembayaran dividen menjadi indikator penting dalam menilai potensi pembagian dividen di masa depan. -
Gunakan Sekuritas Terpercaya
Pastikan akun investasi Anda terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk keamanan transaksi. -
Pantau Pengumuman Korporasi
Informasi tentang dividen saham biasanya diumumkan melalui keterbukaan informasi BEI. Investor perlu aktif memantau berita pasar modal.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, investor dapat meningkatkan peluang mendapatkan dividen saham sekaligus meminimalkan risiko kesalahan transaksi.
Perspektif Investor: Strategi Memanfaatkan Dividen Saham
Setiap tipe investor memiliki pendekatan berbeda dalam memanfaatkan dividen saham, tergantung pada tujuan investasi dan profil risiko masing-masing.
Investor Jangka Panjang
Bagi investor jangka panjang, dividen saham menjadi sarana untuk memperbesar kepemilikan secara otomatis. Tambahan saham ini dapat dikumpulkan dan dibiarkan tumbuh seiring waktu, sehingga efek compounding bekerja secara maksimal.
Strategi ini sering digunakan oleh investor yang fokus pada pembangunan kekayaan jangka panjang, seperti persiapan pensiun atau dana pendidikan anak.
Trader Aktif
Trader cenderung memanfaatkan momentum di sekitar tanggal ex date, ketika harga saham biasanya terkoreksi. Setelah penurunan harga, saham dapat dibeli kembali dengan harga lebih rendah untuk mendapatkan potensi capital gain di masa depan.
Namun, strategi ini memerlukan pemantauan pasar yang ketat dan pemahaman teknikal yang baik.
Investor Pemula
Bagi investor pemula, dividen saham dapat menjadi sarana belajar memahami mekanisme pasar modal tanpa harus terlalu sering melakukan transaksi. Dengan memegang saham perusahaan yang rajin membagikan dividen, investor dapat melihat langsung bagaimana keuntungan dibagikan kepada pemegang saham.
Contoh Realistis: Perbandingan dengan Dividen Tunai BBRI
Sebagai perbandingan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dikenal sebagai salah satu emiten yang rutin membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya. Dalam beberapa tahun terakhir, BBRI konsisten memberikan payout ratio tinggi dan yield yang menarik bagi investor.
Misalnya, jika seorang investor memiliki 1.000 lembar saham BBRI dan perusahaan membagikan dividen tunai Rp200 per saham, maka investor akan menerima Rp200.000 secara langsung ke rekening efek. Jumlah saham tetap sama, tetapi investor memperoleh tambahan dana tunai.
Berbeda dengan dividen saham, keuntungan dari dividen tunai langsung terasa dalam bentuk arus kas. Namun, dividen saham lebih menekankan pada peningkatan kepemilikan aset jangka panjang.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa masing-masing jenis dividen memiliki keunggulan tersendiri, tergantung pada tujuan investasi investor.
Dividen Saham dalam Strategi Investasi Jangka Panjang
Dalam konteks investasi jangka panjang, dividen saham dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun kekayaan secara bertahap. Dengan menambah jumlah saham setiap kali perusahaan membagikan dividen, investor secara tidak langsung meningkatkan potensi keuntungan di masa depan.
Efek jangka panjang dari strategi ini mirip dengan konsep reinvestasi dividen tunai, di mana keuntungan yang diperoleh digunakan kembali untuk membeli saham tambahan. Namun, pada dividen saham, proses reinvestasi terjadi secara otomatis tanpa perlu transaksi tambahan.
Banyak investor berpengalaman memanfaatkan dividen saham sebagai bagian dari strategi “buy and hold”, yaitu membeli saham perusahaan berkualitas dan menahannya dalam jangka panjang sambil menikmati pembagian laba.
Peran Dividen Saham dalam Stabilitas Pasar
Selain menguntungkan investor, dividen saham juga memiliki dampak terhadap stabilitas pasar. Dengan meningkatkan jumlah saham beredar, perusahaan dapat memperbaiki likuiditas perdagangan dan memperluas basis investor.
Likuiditas yang lebih baik membantu menciptakan pasar yang lebih efisien, di mana harga saham mencerminkan nilai wajar perusahaan secara lebih akurat. Hal ini pada akhirnya menguntungkan semua pelaku pasar, baik investor ritel maupun institusi.
Namun, perusahaan tetap harus mempertimbangkan keseimbangan antara pembagian dividen saham dan kebutuhan pendanaan internal. Jika terlalu banyak laba dibagikan, perusahaan dapat kekurangan dana untuk ekspansi dan pengembangan bisnis.
Kesimpulan
Dividen saham adalah salah satu bentuk keuntungan investasi yang menarik karena menambah jumlah kepemilikan saham tanpa perlu membeli lagi. Meski tidak memberikan arus kas langsung seperti dividen tunai, dividen saham dapat memperbesar potensi keuntungan jangka panjang melalui peningkatan aset dan peluang capital gain di masa depan.
Bagi investor, kunci utama dalam memanfaatkan dividen saham adalah memilih perusahaan dengan fundamental kuat, kinerja keuangan stabil, dan kebijakan dividen yang konsisten. Dengan strategi yang tepat, dividen saham dapat menjadi salah satu pilar penting dalam membangun portofolio investasi yang sehat, berkelanjutan, dan menguntungkan.
FAQ tentang Dividen Saham (Versi Tabel)
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Apa itu dividen saham? | Dividen saham adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk saham baru, bukan uang tunai. |
| Apa perbedaan dividen saham dan dividen tunai? | Dividen saham menambah jumlah lembar saham investor, sedangkan dividen tunai memberikan uang langsung ke rekening efek. |
| Kapan investor berhak menerima dividen saham? | Investor berhak jika membeli saham sebelum cum date dan tercatat sebagai pemegang saham pada recording date. |
| Apakah dividen saham selalu menguntungkan? | Tidak selalu. Harga saham bisa mengalami penyesuaian, dan tidak ada arus kas langsung seperti dividen tunai. |
| Siapa yang cocok memilih dividen saham? | Investor jangka panjang yang fokus pada pertumbuhan aset dan peningkatan kepemilikan saham. |
| Bagaimana cara mengetahui perusahaan membagikan dividen saham? | Melalui pengumuman resmi perusahaan dan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. |
| Apakah dividen saham dikenakan pajak? | Ketentuan pajak dapat berbeda tergantung regulasi yang berlaku dan kebijakan otoritas terkait. |