9 Rekomendasi Saham Properti dan Real Estate 2026 yang Layak Dilirik Investor

9 rekomendasi saham properti dan real estate 2026 terbaik di BEI, lengkap dengan analisis emiten unggulan dan tips memilih saham potensial.

 Unras.com, Jakarta – Saham properti dan real estate 2026 kembali menjadi sorotan seiring membaiknya iklim investasi dan meningkatnya permintaan hunian serta kawasan komersial di Indonesia.

Sektor properti dikenal sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika pembangunan infrastruktur meningkat dan urbanisasi terus berlangsung, kebutuhan akan rumah tinggal, apartemen, kawasan industri, hingga pusat perbelanjaan ikut terdorong naik.

Bagi investor pasar modal, saham properti dan real estate menjadi pilihan menarik karena memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang sekaligus peluang dividen yang stabil. Namun, memilih saham yang tepat tetap membutuhkan analisis matang agar risiko dapat ditekan dan potensi keuntungan maksimal.

Dalam artikel ini, Unras.com merangkum 9 rekomendasi saham properti dan real estate 2026 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), lengkap dengan gambaran bisnis dan prospeknya ke depan.

Mengenal Saham Properti dan Real Estate di Indonesia

Saham properti dan real estate merupakan saham emiten yang bergerak di bidang pengembangan, pengelolaan, dan penjualan aset properti, mulai dari perumahan, apartemen, perkantoran, kawasan industri, hingga pusat perbelanjaan.

Di Indonesia, sektor ini memiliki karakter unik karena dipengaruhi oleh suku bunga, kebijakan pemerintah, serta pertumbuhan ekonomi domestik. Saat suku bunga cenderung stabil dan daya beli masyarakat membaik, saham sektor properti biasanya ikut terdorong naik.

Karena itu, saham properti sering dijadikan instrumen investasi jangka menengah hingga panjang, terutama bagi investor yang mengincar pertumbuhan nilai aset seiring meningkatnya harga properti.

9 Rekomendasi Saham Properti dan Real Estate 2026

Berikut daftar saham properti dan real estate yang dinilai layak dicermati investor pada 2026 berdasarkan skala bisnis, rekam jejak, serta prospek proyek yang sedang berjalan.

1. Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

Agung Podomoro Land Tbk merupakan salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia dengan portofolio proyek residensial, komersial, hingga mixed-use development di kota-kota strategis. Emiten ini dikenal agresif menggarap kawasan terpadu yang menyasar segmen menengah hingga premium.

2. Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

Alam Sutera Realty Tbk fokus pada pengembangan kawasan hunian modern dan terintegrasi, terutama di wilayah Jabodetabek. Proyek-proyeknya dikenal memiliki konsep tata kota yang matang serta fasilitas lengkap, sehingga menarik minat pembeli jangka panjang.

3. Sentul City Tbk (BKSL)

Sentul City Tbk mengembangkan kawasan kota mandiri di Sentul, Bogor, yang terus berkembang sebagai destinasi hunian dan rekreasi. Dengan jumlah saham beredar terbesar di sektor ini, BKSL menjadi salah satu saham properti yang cukup aktif diperdagangkan.

4. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Bumi Serpong Damai Tbk dikenal sebagai pengembang BSD City, salah satu kota mandiri terbesar di Indonesia. Emiten ini memiliki portofolio lengkap mulai dari perumahan, apartemen, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan yang menopang pendapatan berulang.

5. Ciputra Development Tbk (CTRA)

Ciputra Development Tbk merupakan pionir properti nasional dengan proyek yang tersebar di berbagai kota besar. Fokus perusahaan pada kawasan residensial terpadu menjadikan saham ini sebagai pilihan menarik bagi investor yang mencari stabilitas jangka panjang.

6. Puradelta Lestari Tbk (DMAS)

Puradelta Lestari Tbk bergerak di sektor properti industri dan logistik, khususnya kawasan industri di Bekasi. Emiten ini diuntungkan oleh meningkatnya kebutuhan lahan industri seiring ekspansi manufaktur dan e-commerce.

7. Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Lippo Karawaci Tbk memiliki portofolio luas, mulai dari properti residensial, rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan. Diversifikasi bisnis ini membuat LPKR memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dibanding emiten properti lainnya.

8. Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Pakuwon Jati Tbk dikenal sebagai pengembang properti komersial dan residensial terkemuka di Surabaya dan Jakarta. Emiten ini juga mengelola sejumlah mal besar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi kawasan.

9. Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Summarecon Agung Tbk fokus mengembangkan kawasan hunian modern dan terintegrasi di Jabodetabek dan Bandung. Dengan konsep township development, SMRA memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Tips Memilih Saham Properti yang Potensial

Investasi saham properti dan real estate tetap membutuhkan strategi agar hasil optimal. Berikut beberapa panduan yang bisa dijadikan acuan:

  • Perhatikan kinerja keuangan perusahaan
    Pilih emiten dengan arus kas positif, laba stabil, serta tingkat utang yang terkendali.

  • Cermati kapitalisasi pasar dan likuiditas saham
    Saham berkapitalisasi besar dan aktif diperdagangkan umumnya lebih stabil.

  • Evaluasi prospek proyek dan lokasi
    Proyek di kawasan strategis biasanya memiliki potensi pertumbuhan nilai yang lebih tinggi.

  • Perhatikan status papan pencatatan
    Emiten di papan utama umumnya memiliki fundamental yang lebih kuat dibanding papan pengembangan.

  • Ikuti tren sektor properti
    Termasuk perkembangan hunian ramah lingkungan, smart city, dan kawasan industri terpadu.

Tren Properti Berkelanjutan Jadi Daya Tarik Investor

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep properti berkelanjutan atau sustainable property semakin diminati. Pengembang yang menerapkan green building, efisiensi energi, serta tata kota ramah lingkungan cenderung lebih menarik bagi konsumen generasi muda.

Bagi investor, saham properti yang mengadopsi konsep ini berpotensi memberikan nilai tambah jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Prospek Saham Properti dan Real Estate 2026

Memasuki 2026, sektor properti diproyeksikan tetap tumbuh seiring dorongan pembangunan infrastruktur, kebutuhan hunian perkotaan, serta ekspansi kawasan industri. Emiten besar seperti BSDE, PWON, DMAS, dan CTRA dinilai memiliki fondasi kuat untuk memanfaatkan momentum ini.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko makroekonomi seperti perubahan suku bunga, daya beli masyarakat, serta kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi sektor properti secara keseluruhan.

Kesimpulan

Saham properti dan real estate 2026 menawarkan peluang investasi menarik bagi investor yang mengincar pertumbuhan jangka panjang. Dari Agung Podomoro Land (APLN) hingga Summarecon Agung (SMRA), masing-masing emiten memiliki keunggulan bisnis dan segmen pasar yang berbeda.

Dengan melakukan riset mendalam, memantau kinerja keuangan, serta mengikuti tren industri, investor dapat memaksimalkan potensi keuntungan dari sektor properti dan real estate di pasar saham Indonesia.

FAQ

1. Apa yang dimaksud saham properti dan real estate?
Saham properti dan real estate adalah saham perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan, pengelolaan, dan penjualan aset properti seperti perumahan, apartemen, kawasan industri, dan pusat perbelanjaan.

2. Apakah saham properti cocok untuk investasi jangka panjang?
Ya, saham sektor properti umumnya cocok untuk investasi jangka panjang karena nilainya cenderung tumbuh seiring perkembangan ekonomi dan kenaikan harga properti.

3. Saham properti mana yang paling stabil?
Emiten berkapitalisasi besar seperti BSDE, PWON, dan CTRA dikenal relatif stabil karena memiliki portofolio proyek yang matang dan pendapatan berulang.

4. Apa risiko utama investasi saham properti?
Risiko utama meliputi fluktuasi suku bunga, perlambatan ekonomi, serta penurunan daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi penjualan properti.

5. Kapan waktu terbaik membeli saham properti?
Waktu terbaik biasanya saat valuasi saham masih murah, suku bunga stabil, dan prospek sektor properti menunjukkan tren pertumbuhan positif.